PARADOKS ROMO MANGUN

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

PARADOKS ROMO MANGUN

Tepat di hari kelahiran  (alm) Romo Mangunwijaya, 6 Mei, SANGGARAGAM mengunggah sebuah tulisan  karya Darwis Khudori berjudul PARADOKS ROMO MANGUN.  Tulisan ini pertama kali dimuat dalam buku “MENDIDIK MANUSIA MERDEKA : Romo Mangunwijaya 65 Tahun”, terbitan Interfidei dan Pustaka Pelajar, 1995.   Kemudian, tulisan ini juga menjadi bagian dari buku “MENUJU  KAMPUNG PEMERDEKAAN Membangun Masyarakat Sipil dari Akar-akarnya Belajar dari Romo Mangun di Pinggir Kali Code,  diterbitkan YPR, 2002.  Tulisan ini secara genial merefleksikan Romo Mangun sebagai manusia merdeka – yang mampu memutus tradisi dan budaya ‘feodal’ masyarakat Jawa secara umum.  Cara berpikir modern Romo Mangun ini dihayati dan diwujudkan dalam cara memandang dunia  dengan kesadaran kolektif baru, termasuk dalam melakukan ‘dakwah’  yang memandang bahwa misi kristiani” bukanlah “mengkristenkan orang”, melainkan “mewujudkan cinta kasih dalam berbagai bentuk, di antaranya: membantu, memudahkan atau memungkinkan orang menemukan dan mengembangkan jati dirinya”.

KHUDORI-PARADOKS ROMO MANGUN-1995

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *