Category: Udarasa

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

SELAMAT JALAN, KAWAN!

Gunawan Maryanto, Kusen Alipah Hadi, teman-teman Sanggar Anom, dan Bapak Guru Genthong HSA (In memoriam Gunawan “Cindhil” Maryanto; aktor, penulis, dan sutradara teater) Pukul 23.59 WIB, aku masih tidak bisa tidur setelah dapat mengakses HP. Barangkali karena perasaan kehilangan, barangkali mengaca diri melihat kondisi kesehatan diri, atau barangkali juga sedang menakar cara hidup teman-teman sekerja…
Read more

HARI GINI ANAK MUDA NGARIT?

  Ngarit terdengar asing dan aneh bagi anak muda sekarang. Setelah diperbudak gawai, apa ya masih mau ngarit di sawah? Jelas, bagi anak muda, ngarit bukan pekerjaan gampang meskipun kelihatannya cuma cari rumput. Dan tidak hanya berhenti sekedar cari rumput saja, karena rangkaian dari pekerjaan ngarit berikutnya harus kasih makan kambing sesampainya di rumah. Apalagi,…
Read more

WARUNG BU GIN

  Warung, per definisi, berbeda dengan restoran. Yang kelihatan tentu saja adalah bentuk fisik. Warung lebih sederhana; meja-kursi kayu sedikit lusuh, tanpa daftar menu, pembeli diandaikan tahu sendiri karena toh menu itu sehari-hari kita jumpai di rumah: sayur lodeh, gorengan, bakmi, oseng terong, sambal, ayam goreng, dan sebagainya. Semuanya familiar. Restoran tentu berbeda, bersih, dan…
Read more

HER, Sebuah Laku Ketulusan

  Siang itu, saya mengabari bahwa pembicara-pembicara, atau tukang cerita, acara Berbagi Cerita YPR- Sanggaragam dan Jejaring Bandung Spirit sudah beres. Sesuai rencana. Ia pun menjawab, “Sip Bro…,”sambil kirim simbol jempol. Selang sehari, 16 Juli. tiba-tiba ia mengirim kabar lewat w.a: “Halo bro…ada kabar yang aku terima. Aku test antigen di Klepu ternyata positif!” Deg……
Read more

MELUPAKAN (INGATAN) KOTA

Masih segar dalam ingatan, beberapa tahun silam, dalam sebuah presentasi sejarahwan Peter Carey, yang seumur hidupnya menekuni sejarah Pangeran Diponegoro itu, mengungkapkan bahwa kota menjadi hidup karena narasi! Ya, saat itu, Pak Peter Carey tak bicara tentang Pangeran DIponegoro, namun membincangkan tentang kota dan sejarahnya. Tetap menarik untuk disimak. Seketika saya merenung, melemparkan ingatan-ingatan akan…
Read more

INDEKS TOLERANSI YOGYAKARTA MENGKHAWATIRKAN

Yogyakarta sebagai kota toleran menghadapi tantangan serius. Ketegangan sosial pada tingkat masyarakat meningkat dalam lima tahun terakhir dengan berbagai aksi vandalisme terhadap beberapa makam di Kota Yogyakarta seperti yang terjadi di Sasanalaya Pringgolayan dan Gejayan. Kekerasan terhadap kelompok minoritas seperti tindak kekerasan pada jemaat di Gereja Santa Lidwina, dan  diskriminasi  minoritas  penganut Hindu di Mangiran.…
Read more