{"id":109,"date":"2021-03-06T16:22:43","date_gmt":"2021-03-06T16:22:43","guid":{"rendered":"http:\/\/sanggaragam.org\/?p=109"},"modified":"2021-03-16T10:25:37","modified_gmt":"2021-03-16T10:25:37","slug":"di-gereja-besar-alkmaar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/di-gereja-besar-alkmaar\/","title":{"rendered":"DI GEREJA BESAR ALKMAAR"},"content":{"rendered":"<p>Di sini,<br \/>\ndi gereja besar Alkmaar,<br \/>\npernah bernyanyi,<br \/>\ndalam suatu musim panas kelabu,<br \/>\nseorang soprano anak negeri,<br \/>\nLenneke Ruiten,<br \/>\ndi hadapan ribuan manusia<br \/>\nyang memadati gereja,<br \/>\nyang terpukau dan terdiam,<br \/>\nmendengarkan dengan khusyuk,<br \/>\nlantunan suaranya<br \/>\nyang merendah dan meninggi,<br \/>\nberombak bergelombang,<br \/>\nbergaung di seluruh ruangan,<br \/>\nbagaikan suara bidadari dari kayangan,<br \/>\nyang turun di tengah anak-anak manusia,<br \/>\nyang merindukan dan menemukan kebahagiaan<br \/>\ntanpa Tuhan.<\/p>\n<p>Di sini,<br \/>\ndi rumah ibadah Kristiani ini,<br \/>\nseorang kelana dari Jawa<br \/>\npernah bermimpi<br \/>\ntentang seorang waranggana ternama di negerinya,<br \/>\nyang dicintai dan dihormati masyarakatnya,<br \/>\nyang melantunkan tembang,<br \/>\ndengan suara bening cemerlang,<br \/>\ndiiringi alunan gamelan,<br \/>\nibarat Nyi Candralukita<br \/>\nmelantunkan Asmaradana Jakalola,<br \/>\ndi jantung masjid Mataram,<br \/>\ndi hadapan ribuan orang,<br \/>\nlaki-laki dan perempuan,<br \/>\nbercampur dalam persaudaraan,<br \/>\nmerdeka dari formalisme agama,<br \/>\nyang merindukan dan menemukan<br \/>\nmakna kehidupan<br \/>\ndi luar sembahyang.<\/p>\n<p>Darwis Khudori<br \/>\nAlkmaar-Paris, 16-21 Agustus 2007<\/p>\n<p><strong><b>Catatan:<\/b><\/strong><\/p>\n<p>Bagi pembaca yang tidak mengenal tradisi muslim, yang berpengaruh mendalam di Indonesia, diperlukan penjelasan, khususnya pada bagian kedua dari puisi. Nyi Candralukita adalah seorang waranggana (penyanyi tradisional Jawa) yang terkenal dan dihormati dalam tradisi musik Jawa. Asmaradana adalah satu jenis puisi Jawa untuk dinyanyikan dan Jakalola adalah sebuah puisi yang bernafaskan keruhanian atau mistik. Masjid Mataram merupakan salah satu di antara masjid pertama di Jawa, dibangun pada abad ke 16 di Kotagede oleh dinasti Mataram yang terus memerintah di Yogyakarta sampai sekarang.<\/p>\n<p>Memang tak bisa dibayangkan dalam masyarakat muslim bahwa orang menggunakan masjid untuk konser, apalagi dengan penyanyi perempuan. Tidak terbayangkan pula bahwa laki-laki dan perempuan bercampur baur di dalam masjid. Peristiwa semacam ini akan dianggap sebagai pelecehan agama. Namun jika masyarakat muslim dapat membebaskan diri dari formalisme agama, peristiwa semacam ini mungkin saja terjadi suatu hari. Itulah impian puisi ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di sini, di gereja besar Alkmaar, pernah bernyanyi, dalam suatu musim panas kelabu, seorang soprano anak negeri, Lenneke Ruiten, di hadapan ribuan manusia yang memadati gereja, yang terpukau dan terdiam, mendengarkan dengan khusyuk, lantunan suaranya yang merendah dan meninggi, berombak bergelombang, bergaung di seluruh ruangan, bagaikan suara bidadari dari kayangan, yang turun di tengah anak-anak&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/di-gereja-besar-alkmaar\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":175,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions\/175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}