{"id":1227,"date":"2021-12-24T18:23:01","date_gmt":"2021-12-24T11:23:01","guid":{"rendered":"http:\/\/sanggaragam.org\/?p=1227"},"modified":"2021-12-24T18:23:01","modified_gmt":"2021-12-24T11:23:01","slug":"mh-dzulkarnain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/mh-dzulkarnain\/","title":{"rendered":"MH. Dzulkarnain"},"content":{"rendered":"<p>Hidup yang dijalani, selalu diterima sebagai berkah, dan tak lepas dari Tuhan. Puisi2 Dzulkarnain selalu bermauara kesana. Agaknya dia tahu, perjalanan hidunya akan berujung kesana, meski dunia beralih dengan formula digital menjadi akun IG, FB atau WA, tapi jalan akhir akan sampai ujung yang tak bisa ditolak. Kata dan puisi adalah formula lain dari jalan akhir itu. Atau dalam puisi ia berseru:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jika puisi ini memang benar-benar anak yang lahir dari rahim cinta atau sedih<\/p>\n<p>Maka sepantasnya kau adalah kehidupan dan kematian dari puisi itu sendiri<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Begitulah, Dzulkarnain, jalan hidupnya tak jauh dari puisi. Mungkin, jalan itu akan terus dia tempuh, karena jalan itu adalah \u2018kehidupan dan kematian\u2019 sekaligus. Ia terus ber\u2019detak dan detik jatung hidupnya setiap waktu. Ia tahu, jalan hidupnya tak pernah berhenti: puisi tak perha dijauhi, bahkan terasa dekat dalam hidupnya, seperti ia melhat \u2018wajahnya di layar kaca\u201d; sangat dekat, meski tak teraba.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Puisi-MH.-Dzulkarnain.pdf\" class=\"pdfemb-viewer\" style=\"\" data-width=\"max\" data-height=\"max\"  data-toolbar=\"bottom\" data-toolbar-fixed=\"off\">Puisi MH. Dzulkarnain<br\/><\/a>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hidup yang dijalani, selalu diterima sebagai berkah, dan tak lepas dari Tuhan. Puisi2 Dzulkarnain selalu bermauara kesana. Agaknya dia tahu, perjalanan hidunya akan berujung kesana, meski dunia beralih dengan formula digital menjadi akun IG, FB atau WA, tapi jalan akhir akan sampai ujung yang tak bisa ditolak. Kata dan puisi adalah formula lain dari jalan&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/mh-dzulkarnain\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1227"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1227"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1227\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1228,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1227\/revisions\/1228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}