{"id":1233,"date":"2021-12-31T15:41:36","date_gmt":"2021-12-31T08:41:36","guid":{"rendered":"http:\/\/sanggaragam.org\/?p=1233"},"modified":"2021-12-31T15:41:36","modified_gmt":"2021-12-31T08:41:36","slug":"ag-budi-susanto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/ag-budi-susanto\/","title":{"rendered":"AG. Budi Susanto"},"content":{"rendered":"<p>Budi mengambil senja sebagai personifikasi langkah hidupnya. Agaknya ia merasa menuju tua. Namun kalau disebutkan tua kurang memiliki nuansa, sehingga ia merasa perlu menggunakan kata senja untuk menggantikannya. Kita memang sering mendengar, kapan orang yang sudah mulai tua disebutnya sudah senja. Mungkin, Budi sedang tidak berbicara mengenai dirinya, karena usianya belum genap 50 tahun, sehingga belum tepat jika disebut menuju senja. Tapi bisa juga, ia membayangkan, \u2018langkahnya\u2019 menuju senja. Atau ia merasa rindu pada senja, yang seringkali ia nikmati sambil minum kopi misalnya, sambil membayangkan usianya kelak akan seperti senja, yang menggantikan sore.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/PUISI-AG-Budi.pdf\" class=\"pdfemb-viewer\" style=\"\" data-width=\"max\" data-height=\"max\"  data-toolbar=\"bottom\" data-toolbar-fixed=\"off\">PUISI AG Budi<br\/><\/a>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Budi mengambil senja sebagai personifikasi langkah hidupnya. Agaknya ia merasa menuju tua. Namun kalau disebutkan tua kurang memiliki nuansa, sehingga ia merasa perlu menggunakan kata senja untuk menggantikannya. Kita memang sering mendengar, kapan orang yang sudah mulai tua disebutnya sudah senja. Mungkin, Budi sedang tidak berbicara mengenai dirinya, karena usianya belum genap 50 tahun, sehingga&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/ag-budi-susanto\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1233"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1233"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1234,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1233\/revisions\/1234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}