{"id":1301,"date":"2022-02-11T14:26:27","date_gmt":"2022-02-11T07:26:27","guid":{"rendered":"http:\/\/sanggaragam.org\/?p=1301"},"modified":"2022-02-11T14:26:27","modified_gmt":"2022-02-11T07:26:27","slug":"antarini-arna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/antarini-arna\/","title":{"rendered":"Antarini Arna"},"content":{"rendered":"<p>Antarini Arna, atau dikenal dengan nama Rinno Arna Putri, awal tahun 1980-an rajin menulis puisi dan dikirimkan ke sejumlah media. Namun agak lama, mungkin setelah lulus dari Fakultas Hukum UGM dan meneruskan studinya ke jenjang lebih tinggi, intensitas menulis puisinya tidak lagi seperti ketika masih sebagai mahasiswa, tetapi bukan berarti Rinno jauh dari puisi, dia tetap menulis puisi, dua puisinya ini setidaknya bisa menunjukkan bahwa Rinno tidak berhenti menulis puisi. Mungkin, masih ada puisi2 lain yang disimpannya.<\/p>\n<p>Puisinya Rinno, dalam situasi sunyi, ia merasa hanya sendiri, yang dia sebut \u2018hanya ada aku dan angin\u2019, dan ketika perjumpaan terjadi, ada suasana misteri menyelimuti, sehingga perjumpaan yang dialami disertai berbagai suara dan tanpa raga. Dalam perjumpaan Rinno seperti berada dalam suasana misteri, yang disekiranya \u2018dikepung waktu\u2019, yang akhirnya membuat Rinno tertegun, karena perjumpaan itu \u2018di ujung batas tiada\u2019.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Puisi-Antarini.pdf\" class=\"pdfemb-viewer\" style=\"\" data-width=\"max\" data-height=\"max\"  data-toolbar=\"bottom\" data-toolbar-fixed=\"off\">Puisi Antarini<br\/><\/a>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Antarini Arna, atau dikenal dengan nama Rinno Arna Putri, awal tahun 1980-an rajin menulis puisi dan dikirimkan ke sejumlah media. Namun agak lama, mungkin setelah lulus dari Fakultas Hukum UGM dan meneruskan studinya ke jenjang lebih tinggi, intensitas menulis puisinya tidak lagi seperti ketika masih sebagai mahasiswa, tetapi bukan berarti Rinno jauh dari puisi, dia&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/antarini-arna\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1301"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1301"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1302,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1301\/revisions\/1302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}