{"id":1449,"date":"2022-06-17T14:43:36","date_gmt":"2022-06-17T07:43:36","guid":{"rendered":"https:\/\/sanggaragam.org\/?p=1449"},"modified":"2022-06-17T14:43:36","modified_gmt":"2022-06-17T07:43:36","slug":"dedet-setiadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/dedet-setiadi\/","title":{"rendered":"Dedet Setiadi"},"content":{"rendered":"<p>Puisi Dedet seringkali mengejutkan, imajinasinya liar, sehingga pilihan kata yang diambil menghidupkan puisinya. Ia seolah tak pernah berhenti merenung, meski jalan hidupnya \u2018mengharuskan\u2019 tak bisa berhenti bergerak. Rupanya, merenung yang dilakukan Dedet tidak harus sendirian di ruang sunyi. Justru bertemu dengan orang lain adalah cara dia merenung. Antara \u2018hati dan laku\u201d bukan area yang terpisah, kalau keduanya dibedakan dia akan merasa \u2018kehilangan\u2019. Karena keduanya adalah satu, setidaknya seperti \u2018dipelaminan\u2019, dan disinilah perbedaan ditemukan, dan \u2018menyatu di pelaminan waktu\u2019.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Puisi-Dedet-Setiadi.pdf\" class=\"pdfemb-viewer\" style=\"\" data-width=\"max\" data-height=\"max\"  data-toolbar=\"bottom\" data-toolbar-fixed=\"off\">Puisi Dedet Setiadi<br\/><\/a>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puisi Dedet seringkali mengejutkan, imajinasinya liar, sehingga pilihan kata yang diambil menghidupkan puisinya. Ia seolah tak pernah berhenti merenung, meski jalan hidupnya \u2018mengharuskan\u2019 tak bisa berhenti bergerak. Rupanya, merenung yang dilakukan Dedet tidak harus sendirian di ruang sunyi. Justru bertemu dengan orang lain adalah cara dia merenung. Antara \u2018hati dan laku\u201d bukan area yang terpisah,&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/dedet-setiadi\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1449"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1449"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1450,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1449\/revisions\/1450"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}