{"id":1626,"date":"2023-01-13T15:51:37","date_gmt":"2023-01-13T08:51:37","guid":{"rendered":"https:\/\/sanggaragam.org\/?p=1626"},"modified":"2023-01-13T15:51:37","modified_gmt":"2023-01-13T08:51:37","slug":"alfa-amorrista","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/alfa-amorrista\/","title":{"rendered":"Alfa Amorrista"},"content":{"rendered":"<p>Tiga puisi Alfa ini, agaknya lukisan dari jalan hidupnya. Jalan yang sering ditempuhnya, tak akan pernah menghentikan sehingga memungkinkan tidak akan kembali. Ia selalu yakin, bahwa akan selalu kembali, dan \u2018rumah\u2019nya tidak bersifat fisik, tetapi lebih pada imani, yang dia ucapakan seperti dalam baris puisinya: \u201cSelalu ada untukmu sebuah keyakinan\u201d. Dalam situasi seperti itu ia merasanya nyaman, karena setidaknya ada \u2018sandaran\u2019 atau \u2018pelukan\u2019.<\/p>\n<p>Karena\u00a0 itu, Alffa merasa perlu \u2018belajar untuk menerima\u2019, apalagi, perjalanan yang ia tempuh, \u2018tak akan kemana-mana\u2019. Artinya, mesti ia sering melewati jalan yang berbeda-beda, tetapi \u2018imannya\u2019 tidak akan kemana-mena. Ia selalu di rumah yang sama, perjalanan yang ditempuhnya, tak lain untuk memperkaya sekaligus meneguhkan imannya. Maka, ia selalu pasti akan kembali.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Puisi-Alfa-Amorrista.pdf\" class=\"pdfemb-viewer\" style=\"\" data-width=\"max\" data-height=\"max\"  data-toolbar=\"bottom\" data-toolbar-fixed=\"off\">Puisi Alfa Amorrista<br\/><\/a>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tiga puisi Alfa ini, agaknya lukisan dari jalan hidupnya. Jalan yang sering ditempuhnya, tak akan pernah menghentikan sehingga memungkinkan tidak akan kembali. Ia selalu yakin, bahwa akan selalu kembali, dan \u2018rumah\u2019nya tidak bersifat fisik, tetapi lebih pada imani, yang dia ucapakan seperti dalam baris puisinya: \u201cSelalu ada untukmu sebuah keyakinan\u201d. Dalam situasi seperti itu ia&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/alfa-amorrista\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1626"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1626"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1626\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1627,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1626\/revisions\/1627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}