{"id":1656,"date":"2023-02-02T22:58:44","date_gmt":"2023-02-02T15:58:44","guid":{"rendered":"https:\/\/sanggaragam.org\/?p=1656"},"modified":"2023-02-02T22:58:44","modified_gmt":"2023-02-02T15:58:44","slug":"romy-sastra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/romy-sastra\/","title":{"rendered":"Romy Sastra"},"content":{"rendered":"<p>Gejolak anak muda seringkali melompati batas-batas. Kesenangan merupakan arah yang dicapai. Hasarat acapkali tak terkendali, yang dalam bahasa Romy ditulis: \u2018hasratku padamu binal\u2019. Dua puisi Romy, ada dalam gejolak anak muda, dan hasrat anak muda untu melakukan sesuatu yang lain, seolah berbeda dari anak muda\u00a0 lainnya, namun terkoneksi di area komunitasnya, sehingga seolah sama, duduk setara:\u00a0 di \u2018kursi mabuk\u2019. Romy merekam gejolak anak muda itu, mungkin gejolaknya sendiri di masa lalu. Atau dia gelisah melihat gejolak anak muda, kemudian ia menuliskannya. Begitulah, puisi memang tidak sepenuhnya imajinasi, ia berpijak dari kenyataan, tetapi tak bisa dilepaskan dari imajinasi. Karena itu puisi bukan ilusi. Puisi memberi dimensi terhadap realitas.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Puisi-Puisi-Romy-Sastra.pdf\" class=\"pdfemb-viewer\" style=\"\" data-width=\"max\" data-height=\"max\"  data-toolbar=\"bottom\" data-toolbar-fixed=\"off\">Puisi-Puisi Romy Sastra<br\/><\/a>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gejolak anak muda seringkali melompati batas-batas. Kesenangan merupakan arah yang dicapai. Hasarat acapkali tak terkendali, yang dalam bahasa Romy ditulis: \u2018hasratku padamu binal\u2019. Dua puisi Romy, ada dalam gejolak anak muda, dan hasrat anak muda untu melakukan sesuatu yang lain, seolah berbeda dari anak muda\u00a0 lainnya, namun terkoneksi di area komunitasnya, sehingga seolah sama, duduk&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/geguritan\/romy-sastra\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1656"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1656"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1656\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1657,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1656\/revisions\/1657"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1656"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1656"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1656"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}