{"id":1998,"date":"2024-08-05T11:15:17","date_gmt":"2024-08-05T04:15:17","guid":{"rendered":"https:\/\/sanggaragam.org\/?p=1998"},"modified":"2024-08-05T11:15:17","modified_gmt":"2024-08-05T04:15:17","slug":"lagu-puisi-di-kampung-sastra-gubuk-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/serambi\/lagu-puisi-di-kampung-sastra-gubuk-putih\/","title":{"rendered":"Lagu Puisi di Kampung Sastra &#8220;Gubuk Putih&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1999\" src=\"http:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-1-SERAMBI-AUGUST-2024-300x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-1-SERAMBI-AUGUST-2024-300x300.jpeg 300w, https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-1-SERAMBI-AUGUST-2024-1024x1025.jpeg 1024w, https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-1-SERAMBI-AUGUST-2024-150x150.jpeg 150w, https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-1-SERAMBI-AUGUST-2024-768x768.jpeg 768w, https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-1-SERAMBI-AUGUST-2024-1536x1536.jpeg 1536w, https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-1-SERAMBI-AUGUST-2024-1079x1080.jpeg 1079w, https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-1-SERAMBI-AUGUST-2024.jpeg 1599w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Setiap bulan Agustus, dan sudah berlangsung tiga tahun ini, Sanggaram, satu lembaga yang memiliki kepedulian terhadap keberagaman bersinergi dengan Sastra Bulan Purnama (SBP) membuat satu Komunitas Kampung Sastra di Gubug Putih, Jl. Gatotkaca No. 16, Karangnongko, RT 08, Pelem Sewu, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta.<\/p>\n<p>Disebut Gubug Putih, karena bangunan berlantai 3 didominasi warna putih, menghadap kolam. Sanggaragam berkantor di Gubug Putih. Panggung pertunjukkan berada di atas kolam, dan disekitar kolam merupakan amphytheater. Karena lokasi Gubug Putih berada di tengah kampung, maka disebut sebagai Kampung Sastra.<\/p>\n<p>Kali ini, Sanggaragam bersama Sastra Bulan Purnama edisi 155 menyajikan lagu puisi, yang akan dimainkan para penggubah lagu puisi yang datang dari lima kota: Depok, Jabar, Madiun, Karanganyar, Magelang, dan Yogyakarta. Tajuk dari pertunjukkan ini \u201cLagu Puisi Di Kampung Sastra\u201d. Masing-masing penampil akan membawakan empat lagu puisi, sehingga total lagu yang disajikan berjumlah 24 lagu. Penampil dari Yogya ada 2 orang, Gati Andoko dan Joshua Igho.<\/p>\n<p>Masing-masing menyajikan lagu puisi yang berbeda dari puisi penyair yang berbeda pula, termasuk puisi karya sendiri. Karena penampil sekaligus penyair. Fileski dari Madiun misalnya, akan membawakan lagu puisi berjudul \u201cDua Musim\u201d (puisi Ons Untoro), \u201cTuhan Aku Cinta Padamu\u201d (WS. Rendra), \u201cSenja Bersama Pagi\u201d (Fileski), \u201cDerai-Derai Cemara\u201d (Chairil Anwar), Yuditeha (Karanganyar): \u201cPeringatan\u201d (Wiji Thukul), \u201cMenjadi Manusia Indonesia\u201d (Joko Sumantri), \u201cApa Ada yang Lebih Asu dari Rindu\u201d (Asef Saiful Anwar), \u201cHidup Kedua\u201d (Yuditeha).<\/p>\n<p>Sedang Gati Andoko (Yogya) menyaanyikan lagu puisi berjudul \u201cMantra Pisau\u201d (Aprinus Salam), \u201cLanggam Zrah\u201d, \u201cLagu Untuk Zaya\u201d dan satu geguritan: \u201cApa Bisa Pitaya\u201d (Yanti S.Sastro). Joshua Igho (Yogya) membawakan lagu puisi berjudul \u201cNyanyian Hujan\u201d (Joshua Igho) dinyanyikan Sashmytha Wulandari, \u201cDi Tepi Kanal\u201d (Ayu Budhiarti) dinyanyikan Sashmytha Wulandari, \u201cNisan\u201d (Chairil Anwar) dan \u201cKubakar Cintaku\u201d (Joshua Igho).<\/p>\n<p>Vincensius Dwimawan, yang akrab dipanggil Si Us, dari Depok, Jawa Barat, membawakan lagu puisi berjudul \u201cPengembara\u201d (Emha Ainun Najib, \u201cKupu-Kupu Makna Kata\u201d (Fauzi Absal), \u201cPelukis 1\u201d (Ons Untoro) dan \u201cMata Leso\u2019 Ge\u2019 (Ivan Nestorman). Yupi (Magelang), satu-satunya pemusik perempuan menyanyikan lagu puisi \u201cKidung Rara Mendut\u201d (Yupi), \u201cRara Mendut\u201d (Ahmad Masih), \u201cGugur\u201d (WS.Rendra), \u201cKidung Dongane Kluwung\u201d (Yupi), \u201cTik Tok Pelangi\u201d (Fauzi Absal), dan \u201cLaut\u201d (Evi Idawati\u2019<\/p>\n<p>\u201cUntuk closing, semua penampil bareng-bareng melagukan puisi karya Deded Setiadi, penyair dari Magelang, berjudul \u2018Sejak Kapan\u2019\u201d, ujar Yupi.<\/p>\n<p>Pertunjukkan akan dibuat mengalir, agar terlihat satu penampil dan penampil lainnya menyatu, maka akan diawali penampilan bareng, dan diakhiri penampilan bersama.<\/p>\n<p>Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama mengatakan, para penampil lagu puisi ini, sudah lama bergelut dengan lagu puisi, selain mereka menciptakan puisi untuk dilagukan sendiri, mereka juga menggarap puisi penyair lain menjadi lagu.<\/p>\n<p>\u201cMasing-masing penampil di tahun berbeda-beda pernah tampil di Sastra Bulan Purnama, bahkan Joshua Igho dan Yupi, seringkali menyempatkan waktu menggubah puisi penyair yang bukunya dilaunching di Sastra Bulan Purnama\u201d kata Ons Untoro. (*)<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2000\" src=\"http:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-2-SERAMBI-2024-240x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"240\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-2-SERAMBI-2024-240x300.jpeg 240w, https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-2-SERAMBI-2024-819x1024.jpeg 819w, https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-2-SERAMBI-2024-768x960.jpeg 768w, https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-2-SERAMBI-2024-1024x1280.jpeg 1024w, https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-2-SERAMBI-2024-864x1080.jpeg 864w, https:\/\/sanggaragam.org\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/FOTO-2-SERAMBI-2024.jpeg 1080w\" sizes=\"(max-width: 240px) 100vw, 240px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap bulan Agustus, dan sudah berlangsung tiga tahun ini, Sanggaram, satu lembaga yang memiliki kepedulian terhadap keberagaman bersinergi dengan Sastra Bulan Purnama (SBP) membuat satu Komunitas Kampung Sastra di Gubug Putih, Jl. Gatotkaca No. 16, Karangnongko, RT 08, Pelem Sewu, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta. Disebut Gubug Putih, karena bangunan berlantai 3 didominasi warna putih,&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/serambi\/lagu-puisi-di-kampung-sastra-gubuk-putih\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1998"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1998"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1998\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2001,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1998\/revisions\/2001"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1998"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1998"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1998"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}