{"id":754,"date":"2021-05-23T15:57:04","date_gmt":"2021-05-23T15:57:04","guid":{"rendered":"http:\/\/sanggaragam.org\/?p=754"},"modified":"2021-05-23T15:57:04","modified_gmt":"2021-05-23T15:57:04","slug":"sol-sol-la-sol-mi-do-si-do-re-do","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/gara-gara\/sol-sol-la-sol-mi-do-si-do-re-do\/","title":{"rendered":"SOL SOL LA SOL MI DO SI DO RE DO&#8230;"},"content":{"rendered":"<p>\u201cSol sol la sol mi do si do re do, la la si do do sol la sol fa mi&#8230;.\u201d senandung Togog.<\/p>\n<p>\u201cAku tahu itu!\u201d sahut Mbilung, lalu menyanyi dengan nada yang sama \u201cNenek moyangku orang pelaut!\u201d<\/p>\n<p>\u201cSalaaah!\u201d potong Togog, lalu menyanyi mengoreksi syair Mbilung \u201cNenek moyangku orang Afrika&#8230;.!\u201d<\/p>\n<p>\u201cLho, lho, lho,&#8230; mana bisa?!\u201d potong Mbilung.<\/p>\n<p>Tapi Togog tak peduli, dia terus saja menyanyi, \u201cMereka datang di Nusantara, berkembang biak, beranak pinak, menjadi penghuni yang pertama&#8230;\u201d<\/p>\n<p>\u201cTapi kita kan sangat berbeda dengan orang-orang Afrika yang hitam kulitnya dan keriting rambutnya!\u201d protes Mbilung.<\/p>\n<p>Togog menjawab dengan nyanyian, \u201cNenek moyangku orang Tionghoa&#8230;!\u201d<\/p>\n<p>\u201cToblaaas&#8230; toblas, tambah ngawur!\u201d potong Mbilung.<\/p>\n<p>\u201cMereka datang di Nusantara,\u201d lanjut Togog masih menyanyi, \u201cBercinta dengan penghuni pertama, membentuk bangsa Austronesia!\u201d<\/p>\n<p>\u201cKamu tidak menjawab pertanyaanku!\u201d potong Mbilung.<\/p>\n<p>\u201cLha kan sudah kujawab dengan tembang cantik heroik!\u201d jawab Togog.<\/p>\n<p>\u201cHa, ha, ha,&#8230;. cantik heroik, tapi tak ada dasarnya!\u201d sahut Mbilung.<\/p>\n<p>\u201cAda banget! Dasarnya itu ngilmiyah, hasil penelitian gabungan para ahli paleo-anthropologi dan genetika tingkat dunia!\u201d jawab Togog.<\/p>\n<p>\u201cAh, sok amat, pakai istilah-istilah asing biar aku tak paham, dasar snob!\u201d sambung Mbilung.<\/p>\n<p>\u201cYa, minta mangap, istilah Indonesianya memang belum ada. Paleo-anthropologi itu ilmu yang mempelajari manusia purba, jejak-jejaknya, fosil-fosilnya, sedangkan genetika mempelajari DNA, unsur-unsur terkecil dalam tubuh makhluk hidup yang diwariskan turun temurun. Hasilnya, penduduk Asia Tenggara, terutama Nusantara, adalah campuran jenis manusia Negroid, yaitu manusia berkulit hitam berambut keriting yang datang dari Afrika, dan manusia Mongoloid, yaitu manusia berkulit kuning bermata sipit berambut lurus yang datang dari Tiongkok. Makanya, kebanyakan penduduk Asia Tenggara, baik orang Thailand, Filipina maupun Indonesia berkulit coklat, antara kuning dan hitam, ada yang bermata sipit tapi tidak sesipit orang Tionghoa, ada yang berambut lurus tapi berombak antara keriting dan lurus. Kelompok manusia ini disebut bangsa Austronesia, austro itu artinya selatan dan nesia itu kepulauan, jadi Austronesia artinya kepulauan selatan&#8230;\u201d jelas Togog berbusa-busa saking semangatnya.<\/p>\n<p>\u201cTunggu tunggu!\u201d potong Mbilung,\u201dMengapa orang-orang Papua tetap hitam kulitnya dan keriting rambutnya seperti orang Afrika?\u201d<\/p>\n<p>\u201cKarena percampuran Negroid dan Mongoloid di Nusantara terjadi dari barat ke timur, makin ke barat makin tinggi tingkat campurannya, makin ke timur makin rendah campurannya, sampai tidak ada campuran sama sekali seperti di Papua,\u201d jawab Togog mantap bagaikan telepesor.<\/p>\n<p>\u201cKalau begitu orang-orang Papua itu sesungguhnya penduduk asli pertama Nusantara,\u201d simpul Mbilung.<\/p>\n<p>\u201cBetul sekali!\u201d jawab telepesor Togog, \u201cBegitu juga orang-orang Tionghoa. Mereka adalah saudara-saudara tua kita karena merekalah penghuni pertama dan kedua di Nusantara&#8230;\u201d<\/p>\n<p>\u201cLho, terus kaum Mongoloid yang kau sebut nenek moyang kita itu datang dari mana? Apakah muncul dari bumi Tiongkok atau datang juga dari Afrika?\u201d tanya Mbilung penasaran.<\/p>\n<p>\u201cWah, itu topik lain, nanti dalangnya marah kalau wayangnya ngomong di luar pakem\u201d, jawab telepesor Togog.<\/p>\n<p>\u201cHa, ha, ha&#8230; ini namanya wayang patuh dalang!\u201d kata Mbilung lalu menyanyi gembira, \u201cSol sol la sol mi do si do re do&#8230;!\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Darwis Khudori<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSol sol la sol mi do si do re do, la la si do do sol la sol fa mi&#8230;.\u201d senandung Togog. \u201cAku tahu itu!\u201d sahut Mbilung, lalu menyanyi dengan nada yang sama \u201cNenek moyangku orang pelaut!\u201d \u201cSalaaah!\u201d potong Togog, lalu menyanyi mengoreksi syair Mbilung \u201cNenek moyangku orang Afrika&#8230;.!\u201d \u201cLho, lho, lho,&#8230; mana bisa?!\u201d potong&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/gara-gara\/sol-sol-la-sol-mi-do-si-do-re-do\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/754"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=754"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":756,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/754\/revisions\/756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}