{"id":835,"date":"2021-06-21T17:13:40","date_gmt":"2021-06-21T17:13:40","guid":{"rendered":"http:\/\/sanggaragam.org\/?p=835"},"modified":"2021-06-21T17:13:40","modified_gmt":"2021-06-21T17:13:40","slug":"semelah-mbah-buyuuut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/gara-gara\/semelah-mbah-buyuuut\/","title":{"rendered":"SEMELAH MBAH BUYUUUT\u2026.!"},"content":{"rendered":"<p>\u201cSemelah Mbah Buyuuut\u2026!\u201d sebut Limbuk ketika akan nyengklak sepedanya yang dibebani dua keronjot sayur-mayur di boncengannya dalam naungan matahari pagi.<\/p>\n<p>\u201cHus!\u201d potong Cangik yang juga siap tinggal landas dengan sepedanya memboncengkan dua keronjot buah-buahan, \u201cKamu ini jangan sembarangan kalau berdoa! Nanti ditangkap laskar berani mati!\u201d<\/p>\n<p>\u201cLho, salahku apa?\u201d sergah Limbuk tak jadi nyengklak sepedanya.<\/p>\n<p>\u201cKamu mencampuradukkan Tuhan Islam dengan arwah leluhur,\u201d jawab Cangik.<\/p>\n<p>\u201cMencampuradukkan gimana? Aku kan cuma mengikuti adat leluhur turun-temurun kalau akan berbuat sesuatu agar selamat dan lancar. Tak ada hubungannya dengan Tuhan Islam! Apalagi mencampuradukkan!\u201d bantah Limbuk.<\/p>\n<p>\u201cTapi kamu menyebut Tuhan Islam secara keliru,\u201d lanjut Cangik tak peduli. \u201cMestinya kamu mengucapkan Bismillah, bukan Semelah! Lalu kamu menyebut arwah leluhur Mbah Buyut sejajar dengan Gusti Allah! Ini namanya menyekutukan Tuhan alias Musyrik! Dalam ajaran Islam, Musyrik ini dosa paling besar yang tidak bisa diampuni Gusti Allah!\u201d<\/p>\n<p>\u201cLho, lho, lho\u2026! Dari mana kamu dapat cerita itu?\u201d sahut Limbuk penasaran.<\/p>\n<p>\u201cDari pengajian dengan ibu-ibu dan ustad-ustad,\u201d jawab Cangik.<\/p>\n<p>\u201cHeh, pengajian? Sejak kapan kamu ikut pengajian? Memangnya boleh ikut pengajian dengan baju kemben batikmu yang telanjang bahu ala yukensi dan rambut tergerai tanpa jilbab?\u201d cecar Limbuk.<\/p>\n<p>\u201cHe, he, he&#8230; aku cuma ikut pengajian di telepisi, jadi tak perlu pakai baju krudhuk-krudhuk gaya Arab Saudi,\u201d jawab Cangik terkekeh.<\/p>\n<p>\u201cSialan, kukira kamu ikut pengajian betulan, ternyata pengajian maya. Pasti gurunya laki-laki! Tul nggak?\u201d tebak Limbuk.<\/p>\n<p>\u201cTul!\u201d jawab Cangik.<\/p>\n<p>\u201cDan pesertanya semuanya perempuan, berbaju seragam dan berjilbab! Tul nggak?\u201d<\/p>\n<p>\u201cTul! Lha kamu kok tahu?\u201d tanya Cangik.<\/p>\n<p>\u201cLhah, itu kan kemandangan biasa di telepisi Indonesia. Biasanya pagi-pagi. Tasiun-tasiun telepisi rame-rame menyuguhkan tontonan pengajian. Gurunya laki-laki yang suka mengutip ayat-ayat Qur\u2019an dan potongan-potongan hadis Nabi dalam bahasa Arab dengan amat fasihnya. Pesertanya dua puluh atau tiga puluhan orang, semuanya perempuan, berbaju krudhuk-krudhuk, mendengarkan ajaran sang ustad dengan hidmad. Tul nggak?\u201d tebak Limbuk.<\/p>\n<p>\u201cHa, ha, ha&#8230;. ketahuan, ternyata kamu juga nonton pengajian!\u201d jawab Cangik senang.<\/p>\n<p>\u201cAku nggak nonton, cuma obserpasi!\u201d sahut Limbuk. \u201dAku heran, di jaman demokrasi dan keadilan jender, telepisi-telepisi Indonesia kok masih menyajikan tontonan yang mengusik rasa keadilan jender dan berpotensi mempermalukan Indonesia di mata dunia! Apa ibu-ibu dan bapak-bapak petinggi negara tidak berbuat apa-apa untuk memperbaiki situasi ini?\u201d<\/p>\n<p>\u201cEh, kamu jangan salah Mbuk!\u201d potong Cangik. \u201cTontonan macam itu banyak penggemarnya dan mendatangkan banyak fulus pada perusahaan telepisi. Pada gilirannya, negara menerima pajak dari perusahaan media. Jadi, selama tidak ada ribut-ribut resah gelisah di masyarakat, ibu-ibu dan bapak-bapak petinggi negara akan diam-diam saja!\u201d<\/p>\n<p>\u201cYa, tapi para perempuan aktipis peminis apa diam saja?!\u201d sergah Limbuk setengah jengkel.<\/p>\n<p>\u201cLhoh, kamu kok jadi berang? Santai saja! Kita kan cuma wayang! Yang penting kan kita boleh tetap kembenan dengan bahu telanjang dan rambut tergerai, digelung atau dikepang, seperti gadis-gadis Eropa di musim panas!\u201d sambut Cangik.<\/p>\n<p>\u201cHa, ha&#8230; betul juga! Untungnya belum ada penyungging wayang yang membuat Limbuk dan Cangik berhijab!\u201d kata Limbuk sambil nyengklak sepeda dan berdoa,\u201cSemelah Mbah Buyuuut&#8230;!\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Darwis Khudori<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSemelah Mbah Buyuuut\u2026!\u201d sebut Limbuk ketika akan nyengklak sepedanya yang dibebani dua keronjot sayur-mayur di boncengannya dalam naungan matahari pagi. \u201cHus!\u201d potong Cangik yang juga siap tinggal landas dengan sepedanya memboncengkan dua keronjot buah-buahan, \u201cKamu ini jangan sembarangan kalau berdoa! Nanti ditangkap laskar berani mati!\u201d \u201cLho, salahku apa?\u201d sergah Limbuk tak jadi nyengklak sepedanya. \u201cKamu&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/gara-gara\/semelah-mbah-buyuuut\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/835"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=835"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/835\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":837,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/835\/revisions\/837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}