{"id":896,"date":"2021-07-05T13:06:45","date_gmt":"2021-07-05T13:06:45","guid":{"rendered":"http:\/\/sanggaragam.org\/?p=896"},"modified":"2021-07-05T13:06:45","modified_gmt":"2021-07-05T13:06:45","slug":"giat-umyek-laksana-gabah-den-interi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/gara-gara\/giat-umyek-laksana-gabah-den-interi\/","title":{"rendered":"GIAT-UMYEK LAKSANA &#8220;GABAH DEN INTERI&#8221;"},"content":{"rendered":"<p>\u201cAkan hilang lenyap kekolotan, akan hilang lenyap <em>\u2018kedusunan\u2019<\/em>, akan hilang lenyap <em>\u2018keulerkambangan\u2019<\/em> \u2013 ya, bangsa Indonesia akan menjadi satu bangsa yang <em>giat-umyek laksana \u2018gabah den interi\u2019<\/em> oleh industrialisasi itu \u2013 akan hilang lenyap samasekali barangkali apa yang dinamakan <em>\u2018adem tentreming bawana\u2019<\/em> \u2013 akan bergegar-gegap-gempitalah udara dengan gemuruhnya traktor dan gentarnya mesin \u2013 orang boleh menyenangi atau tidak menyenangi hal ini&#8230; tetapi terang dan nyatalah bahwa industrialisasi adalah satu-satunya jalan untuk menambah kekayaan masyarakat dan Negara, terang dan nyatalah bahwa industrialisasi bagi bangsa Indonesia adalah satu soal hidup atau mati,\u201d kata Mbilung berapi-api dengan suara sopranonya melengking-lengking mengikuti irama hati dan imajinasi.<\/p>\n<p>\u201cByuh, byuh, byuh, ya\u2019ya\u2019o!\u201d komentar Togog dengan suara basnya. \u201cOra sah ngoyo, santai wae! Pasti bukan puisimu sendiri!\u201d<\/p>\n<p>\u201cItu bukan puisi, Gooog&#8230; tapi pidatonya presiden Indonesia yang namanya Soekarno alias Bung Karno pada waktu ulang tahun kesepuluh proklamasi kemerdekaan rekiblik Indonesia,\u201d jawab Mbilung setengah menjerit.<\/p>\n<p>\u201cItu puisi banget!\u201d sahut Togog santai.<\/p>\n<p>\u201cTapi bentuknya kan prosa!\u201d potong Mbilung.<\/p>\n<p>\u201cWeleeeh, itu kan bentuknya! Tapi jiwanya kan puisi. Puisi itu soal jiwa Lung, jiiiwa!\u201d tandas Togog. \u201cBung Karno itu berjiwa puisi, penuh imajinasi, penuh metafora, penuh lambang, dan yang lebih penting lagi penuh cita-cita, penuh impian, penuh visi masa depan untuk bangsanya, rakyatnya, masyarakatnya, negaranya. Karena itu kata-katanya memancarkan puisi menembus batas-batas ruang dan waktu&#8230;.\u201d<\/p>\n<p>\u201cMangkanya kuhapalkan potongan-potongan pidato Bung Karno. Kan dalangnya sudah pesan padaku agar kuucapkan kutipan-kutipan pidato itu pada ulang tahun proklamasi kemerdekaan rekiblik Indonesia tujuh belas Agustus depan,\u201d jawab Mbilung.<\/p>\n<p>\u201cTragis, tragis!\u201d komentar Togog.<\/p>\n<p>\u201cMangsudmu?\u201d tanya Mbilung.<\/p>\n<p>\u201cBanyak impian Bung Karno meleset,\u201d jelas Togog.<\/p>\n<p>\u201cMisalnya?\u201d cecar Mbilung.<\/p>\n<p>\u201cImpian agar <em>giat-umyek laksana \u2018gabah den interi\u2019,\u201d <\/em>jawab Togog.<\/p>\n<p>\u201cDi mana melesetnya?\u201d<\/p>\n<p>\u201cMangsud Bung Karno kan giat-umyek dalam berindustri, berkreasi, berinovasi, berproduksi&#8230; tapi yang terjadi kan giat-umyek berkonsumsi, berbelanja di mol-mol, nongkrong-nongkrong, balap motor di jalanan, berfoya-foya, berlibur panjang, berkumpul-kumpul meluapkan emosi, ubyang-ubyung, kerumunan, keroyokan, gerudukan, tawuran, geng-gengan, ndang-ndutan&#8230;,\u201d jelas Togog.<\/p>\n<p>\u201cHa, ha&#8230; jogetan, goyang pinggul, senggol-senggolan&#8230; ini sudah klop dengan ajaran ustad-ustad dan kiai-kiai agar kita selalu berjamangah,\u201d cerocos Mbilung.<\/p>\n<p>\u201cHusss! Jaga mulutmu!\u201d potong Togog. \u201cBerjamangah itu kan ajaran Nabi! Nanti kamu digasak laskar berani mati!\u201d<\/p>\n<p>\u201cLhoh, istilah berjamangah kan sudah dipakai di luar kegiatan agama: korupsi berjamangah, maling berjamangah, membobol bank berjamangah, menguras keuangan negara berjamangah, membunuh berjamangah, bahkan memperkosa berjamangah&#8230; Apalagi di jaman pandemi kopad-kopid ini, libur panjang berjamangah, mudik berjamangah, melanggar prokes berjamangah, membobol sekat jalan berjamangah, kena kopid berjamangah, mati berjamangah, sampai dikubur pun berjamangah&#8230; ha, ha&#8230;\u201d komentar Mbilung.<\/p>\n<p>\u201cHusss! Kalau mengeritik jangan keras-keras, nanti kalau kedengaran dalangnya kamu nggak boleh ikut pentas, nggak boleh membacakan puisi-puisi Bung Karno,\u201d nasehat Togog.<\/p>\n<p>\u201cHe, he, he&#8230; ini namanya wayang lupa diri,\u201d jawab Mbilung terkekeh-kekeh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Darwis Khudori<\/p>\n<p>Paris, 04\/07\/2021<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cAkan hilang lenyap kekolotan, akan hilang lenyap \u2018kedusunan\u2019, akan hilang lenyap \u2018keulerkambangan\u2019 \u2013 ya, bangsa Indonesia akan menjadi satu bangsa yang giat-umyek laksana \u2018gabah den interi\u2019 oleh industrialisasi itu \u2013 akan hilang lenyap samasekali barangkali apa yang dinamakan \u2018adem tentreming bawana\u2019 \u2013 akan bergegar-gegap-gempitalah udara dengan gemuruhnya traktor dan gentarnya mesin \u2013 orang boleh menyenangi&hellip; <br \/> <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/gara-gara\/giat-umyek-laksana-gabah-den-interi\/\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/896"}],"collection":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=896"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/896\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":898,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/896\/revisions\/898"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=896"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=896"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sanggaragam.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=896"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}