Anto Narasoma

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

Anto Narasoma

Tema puisi memang bisa mengambil banyak hal, tidak selalu harus berkaitan dengan cinta, keindahan alam dan tema2 sejenis yang seringkali kita temukan dalam puisi. Namun bisa juga menuliskan mengenail seorang tokoh atau kenangan akan persahabatan dengan teman yang telah pergi, sehingga menyerupai in memoriam.  Dua puisi karya Anto Narasoma ini menyajikan tema seperti itu. Ia, terpesona pada tokoh sastra Indonesia, yang dikenal sebagai Paus Sastra, dan sekarang telah tiada. Nama tokoh sastra itu, dikenal luas, lebih2 bagi sastrawan, ialah HB Jassin. Anto melihat Jassin sebagai tukang kebun yang ‘meramu taman sastra’, dan ‘menghidupkan kembang-kembang sastra’.

Selain itu, Anto juga memiliki kenangan, mungkin sahabatnya, atau sosok yang dikenalnya, dan hampir-hampir tak bisa lepas dari ingatannya, sehingga memberi inspirasi untuk menulis puisi, dan ditampungnya dalam judul ‘Skenario Abadimu’. Agaknya, Anto melihat, menjalani kehidupan ada skenario yang sudah ditulisnya, dan kita tinggal menjalani peran yang diberikan. Dari adegan demi adegan, jejaknya akan berthenti dalam satu pemberhentian, yang disebutnya”.. jejakmu berhenti, pada etape akhir.

Puisi Anto Narasoma

Leave a Reply

Your email address will not be published.