Category: Udarasa

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

Kulineran di Bulan Puasa

Sejak “covid”, penjual makanan bertebaran di mana-mana, di kampung-kampung pinggiran, di desa, apalagi di kota, di lorong-lorong kecil, di gang-gang sempit maupun lebar, hingga ke jalan-jalan besar. Dari makanan pokok, nasi dan lauk-pauk, hingga macam-macam minuman dan jajanan, dari yang tradisional sampai dengan yang berbau-bau kekinian. Dari yang fresh hingga yang kemasan model “chiki-chiki” dan…
Read more

Yang Menang dan Yang Kalah

Ada tiga orang caleg di daerahku dari tiga partai yang berbeda yang mencalonkan diri kepengen jadi wakil rakyat saat Pemilu tanggal 14 Februari lalu. Dua orang berasal dari kampungku, satu orang dari kampung tetangga. Yang dari kampung tetangga aku nggak kenal. Yang dari kampungku, satu caleg kukenal baik. Ketiga caleg yang semuanya laki-laki itu sebelum…
Read more

Bagi-Bagi Ini Itu Jelang Pemilu

Sudah sejak dari minggu lalu, ada banyak selebaran dan undangan sosialisasi dari para caleg yang mewakili parpol. Ada selebaran yang berupa selembar kertas tipis berwarna dengan foto profil si caleg plus lambang parpolnya doang, ada selebaran dengan kertas warna tebal serupa ulem-ulem manten dengan foto profil plus visi-misi dan janji-janji politiknya sampai 4 halaman. Beberapa…
Read more

Bau Sampah, Peduli Sampah

Yang lagi hangat jadi perbincagan orang-orang di sebuah desa saat ini ialah bau busuk sampah. Tepatnya bau busuk hasil pengolahan sampah. Menurut cerita, sampah-sampah organik digiling oleh mesin di bank sampah desa tersebut lalu hasil sampah yang sudah berupa gilingan sampah itu diangkut dan diangin-anginkan dan dijemur di area embung desa sebelum diproses menjadi pupuk…
Read more

Telat Terhambat Patwal

Pas sampai bangjo pas merah. Setelah menunggu lumayan lama, dan lampu bangjo menyala hijau, tiba-tiba ada ngoeng-ngoeng suara sirine mobil patroli polisi diikuti beberapa mobil dan beberapa bus gede-gede yang menghambat motorku dan semua kendaraan yang siap melaju. Beberapa pengendara tampak tak sabar menunggu patwal dan gerombolan kendaraan itu yang melenggang di ringroad selatan, Yogya.…
Read more

Tidak Bisa Melihat

Aku sering mendengar beberapa orang tua berkata bahwa mata milik Ita buta, karena itu apa pun yang disampaikan oleh Ita tidak dianggap benar. Tentu aku kebingungan, kenapa pendapat Ita itu salah padahal Ita berkata benar. Pernah suatu hari aku melihat Ita bertikai dengan pedagang sayur. Ita bersikeras mengatakan bahwa sayur yang berada di salah satu…
Read more

“Peduli Tidak Sama dengan Memberi Uang”

Tulisan “Peduli Tidak Sama dengan Memberi Uang” dapat kita baca di poster yang dipasang di beberapa titik di Yogya. Poster layanan masyarakat ini merupakan bentuk kampanye agar pengguna jalan tidak memberikan sedekah kepada para “aktivis jalanan” alias pengemis, pengamen, dan sejenisnya. Pengguna jalan atau masyarakat dihimbau agar memberikan sebagian uangnya melalui lembaga sosial atau keagamaan.…
Read more

Fenomena Kandang Kambing di atas Parit

Kampung saya, selain terkenal sebagai kampung kumuh, juga terkenal sebagai kampung kandang kambing, sehingga problematika kebersihan dan kesehatan menjadi masalah yang berkepanjangan. Hampir semua balita di kampung saya menderita flek. Termasuk anak-anak saya ketika masih balita. Pemandangan kandang kambing di depan rumah, menurut pengamatan saya, dimiliki oleh hampir sepertiga warga kampung. Mereka beternak kambing sebagai…
Read more

Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru

Jika saat Natal ada sebagian teman yang tidak mau mengucapkan selamat karena alasan keyakinan, begitu juga dengan penolakan untuk mengucapkan selamat Tahun Baru. Itu yang terjadi di grup whasappku. Bahkan ada juga yang tidak mau mengucapkan selamat ulang tahun. Yang seperti itu ada di GWA SD, SMP, SMA, kuliah, dan grup-grup lainnya. Kira-kira dengan alasan…
Read more

BACA PUISI LAGI DI YOGYA

  Yogya memang jadi muara seniman apa saja beraksi, tanpa kecuali para penyair tampil bersaksi. Baca puisi sekadar saja atau ada sesuatu baru memang luar biasa. Tak perlu ragu langkahkan kaki tuk semua itu. Dulu memang luar biasa, puisi bisa jadi ludrukan. Tampil di Tembi sama penyair Giryadi almarhum, penonton bisa jadi mabuk tertawaan. Masihkah…
Read more