MH. Dzulkarnain

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

MH. Dzulkarnain

Hidup yang dijalani, selalu diterima sebagai berkah, dan tak lepas dari Tuhan. Puisi2 Dzulkarnain selalu bermauara kesana. Agaknya dia tahu, perjalanan hidunya akan berujung kesana, meski dunia beralih dengan formula digital menjadi akun IG, FB atau WA, tapi jalan akhir akan sampai ujung yang tak bisa ditolak. Kata dan puisi adalah formula lain dari jalan akhir itu. Atau dalam puisi ia berseru:

 

Jika puisi ini memang benar-benar anak yang lahir dari rahim cinta atau sedih

Maka sepantasnya kau adalah kehidupan dan kematian dari puisi itu sendiri

 

Begitulah, Dzulkarnain, jalan hidupnya tak jauh dari puisi. Mungkin, jalan itu akan terus dia tempuh, karena jalan itu adalah ‘kehidupan dan kematian’ sekaligus. Ia terus ber’detak dan detik jatung hidupnya setiap waktu. Ia tahu, jalan hidupnya tak pernah berhenti: puisi tak perha dijauhi, bahkan terasa dekat dalam hidupnya, seperti ia melhat ‘wajahnya di layar kaca”; sangat dekat, meski tak teraba.

Puisi MH. Dzulkarnain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *