SELERA MEDSOSAN

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

SELERA MEDSOSAN

Dalam sebuah obrolan, seorang budayawan dan kyai dan penulis hebat mengatakan bahwa FB sekarang ini bukan lagi medsos tapi semacam Forum Basa-basi, pergaulan maya. Twitter itulah sebenar-benar medsos, yang cepat berkelebat, saling serang tanpa perlu kenal orang, tak peduli duduk-soal, pokoke digawe rame, makin berisik makin asyik, jika perlu justru dar-der-dor. Makanya ada istilah tweet-war.

Mungkin benar. FB-ku, isinya ya cuma pamer ini-itu, kabar keluarga-anak-cucu, cerita ketemu siapa ngerjain apa di mana. Gitu-gitu aja. Temanku juga sebagian besar teman beneran di dunia nyata. Bahkan belum lama ini aku unfriend belasan akun yang nggak aktif lagi supaya bisa menerima permintaan pertemanan orang-orang yang kukenal benar atau yang kiprah mereka di dunia nyata jelas adanya. Mengapa? Sebab aku membatasi jumlah teman hanya seribu saja. Itu juga sudah terlalu banyak.

“Coba bikin akun twitter,” kata sang kyai.

“Ah, ogah!” jawabku.

Ada banyak hal yang jauh lebih menarik untuk mengisi waktu, kecuali … yaaa … kecuali! Apa, coba? Kecuali kalau ada kaitan langsung dengan pekerjaan yang membutuhkan expose seluas-luasnya; twitter bisa jadi pilihan strategis. Atau untuk promosi produk baru, termasuk promosi diri. Atau, ingin bikin geger. Sekarang ini orang yang gemar gegeran dan jadi viral kemungkinan besar akan jadi terkenal. Ya, meskipun sebagian besar sekadar ’15 minutes of fame’ seperti kata Kang Warhol atau istilah yang udah lamaaa ada di era Elizabethan, ‘nine days’ wonder.’ Mungkin satu saat akan ada istilah semacam ‘seven tweets glory’ hihihihiii …

Endah Raharjo
Penasihat Sanggaragam
Penulis dan Penerjemah

Leave a Reply

Your email address will not be published.