Blog

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

SANG GURU BERPULANG

S             “Jika benteng pertahanan Muhammadiyah dan NU sampai bobol dimasuki oleh teologi kebenaran tunggal (Wahabisme) ini, maka Indonesia sebagai bangsa Muslim terbesar di muka bumi ini akan berubah menjadi ladang pertumpahan darah, dan di ujungnya negeri ini akan masuk museum sejarah karena eksistensinya telah dibinasakan oleh anak-anaknya sendiri yang…
Read more

SELAMAT JALAN, BUYA SYAFII….

Senin, 30 Mei 2022, jam 8 pagi, akhirnya, aku dapat teman nginap di Sampit Residance di bilangan Blok M. Sejak peristiwa pingsan sehabis main tepokbulu beberapa tahun lalu, aku memang merasa lebih aman bersama teman jika bekerja jauh dari rumah. Jadi, kehadiran teman saya itu seperti seperangkat jaminan kesehatan bagiku. Namanya Budhi Hermanto (selanjutnya kutulis…
Read more

Waty Sumiati Halim

Harapan seringkali menjadi nyala api dalam kehidupan, apapun bentuk harapan itu. Bisa berupa cinta, yang kadang jika diceritakan tidak akan pernah usai, lebih-lebih cinta dua sejoli. Selalu saja ada yang ingin diceritakan. Menyangkut akan harapan dalam kehidupan, Waty menuliskannya dalam puisi. Memang masih perlu diendapkan, agar apa yang dia renungi sebagai harapan merasuk, dan dengan…
Read more

Sus S. Hardjono

Sus S. Hardjomo. Perempuan penyair dari Sragen. Sehari-harinya sebagai guru. Tak lelah menulis puisi. Puisi2nya sudah terbit dalam bentuk buku, baik buku tunggal karyanya, maupun antologi puisi bersama penyair Indonesia lainnya. Ia, bersama para penyair lainnya, sering membacakan puisinya di beberapa tempat, termasuk di Yogya, Semarang, Tegal, dan tentu saja Sragen. Tiga puisi Sus, demikian…
Read more

Nok Ir

Menulis puisi jika berangkat dari sesuatu yang dikenali, atau setidaknya dialami, seringkali memberi kesan puisinya terasa riil, sehingga puisinya terasa dekat dengan persoalan kehidupan, yang mungkin juga dialami orang lain. Puisi Nok Ir,  berada dalam situasi seperti itu. Puisinya tidak hanya ‘memotret’ sehingga seolah seperti ‘kenyataan’. Nok Ir memberikan dimensi, dengan demikian puisinya tidak sangat…
Read more

Suyitno Ethex

Suyitno Ethex, tinggal di Mpjokerto. Biasa dipanggil Ethex. Produktif menulis puisi, dan sudah diterbitkan dalam bentuk buku, baik berupa antologi puisi bersama penyair Indonesia lainnya, ataupun buku tunggal karyanya sendiri. Penyair yang tak lepas dari rokok dan kopi ini, seringkali menulis puisi dari pengalaman hidupnya, Setiap saat, sepertinya dia selalu melihat momentum puitik, dan itu…
Read more

Nela Nur Murosokhah

Nella, demikian dia sering dipanggil. Rajin menulis puisi. Tinggal di Temanggung, puisi2 tak henti mengalir. Tiga puisi ini, sebut saja, sebagian kecil dari sejumlah puisi yang sudah ditulis, dan diterbitkan dalam beberapa buku puisi berupa antologi puisi besama penyair lainnya dari kota berbeda-beda. Tiga puisi Nella ini, memotret kehidupan dalam suasana sedih dan bahagia, menderita…
Read more

Tanggapan atas Catatan Diskusi Arif Harsana

Berdasarkan rangkuman ini, saya menyimpulkan ada dualisme dalam diri Mano. Dia tidak membenarkan invasi Rusia terhadap Ukraina, tetapi menyarankan invasi tersebut diakhiri dengan perundingan. Mestinya invasi tersebut diakhiri dengan dis-invasi, agresor Rusia angkat kaki dan pulang ke negaranya, otomatis tragedi kemanusiaan yang lebih mengerikan bisa dicegah. Persyaratan demokrasi juga hanya ditujukan ke Ukraina tidak kepada…
Read more

Husnulkhatimah

Oleh: Abdi Ini ajalku. Satu hela nafas lagi, aku akan pergi. Kulihat sekelebat malaikat berebut menyambut. Ah, itu dia si malaikat maut.  Mukanya tak seseram yang diceritakan kitab suci. Wajahnya terlihat berseri, lebih mirip bidadari. Mungkin karena ia mengintip amal salehku. Ya wajar saja, aku kan ahli ibadah yang rajin menuntut ilmu. Sepanjang hidupku yang…
Read more