Blog

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

UMI ROHINAH: BUKAN PEREMPUAN DESA BIASA

Senang bernyanyi, menembang, mendongeng, suka membaca, gemar mengisi TTS, mengerti beberapa bahasa, dapat menulis dalam sejumlah aksara, paham not balok; di usianya yang 93, Rohinah yang lahir di Dusun Butuh, Desa Lendah, Kulonprogo pada 14 Agustus 1930 ini sekarang masih hobi rengeng-rengeng, berdendang, masih antusias bercerita, masih menikmati novel, masih membaca buku-buku nonfiksi, tentang budaya,…
Read more

NGUTIL SUGUHAN

Beberapa kali lihat video di youtube yang beredar di grup-grup WA tentang emak-emak yang ngambil makanan suguhan dan memasukkannya ke dalam tas jinjing mereka saat kondangan, bikin geli sekaligus gimana gitu, meskipun sebagian video itu tampak sengaja dibikin cuma buat lucu-lucuan saja. Tetapi, di kehidupan nyata hal demikian itu benar-benar nyata ada. Dan sering terjadi…
Read more

D’Eros Sudardjono

Menjalani kehidupan memang tidak selalu dalam suasana gempita, sesekali merenung, membuat jarak terhadap masalah, sekaligus upaya mengatasi kejenuhan. Begitulah Eros D Sudardjono dalam menjalani kehidupan. Ia tidak hanya menulis puisi, melainkan juga melukis. Kejenuhan yang dialami, bisa dialihkan dalam kerja kreatif. Renungan yang dia lakukan menghasilkan beberapa puisi, tiga di antaranya bisa anda baca disini.

ANTOLOGI PUISI SANGGARAGAM

  Buku kumpulan puisi yang akan lansir bulan Agustus ini merupakan antologi puisi Sanggaragam pertama yang diterbitkan. Adalah puisi-puisi yang dimuat di rubrik Puisi kira-kira dalam setahun terakhir, tepatnya dari Juli 2021 sampai dengan Juli 2022 ini. Penjaga Rubrik Puisi, Ons Untoro, penyair Yogya yang juga menjadi salah satu anggota Dewan Redaksi Web Sanggaragam, memperkenalkan…
Read more

Indri Yuswandari

Indri Yuswandari, sekarang tinggal di Wlingi, Blitar. Sebelumnya menetap di Kendal. Ia rajin menulis puisi. Selain buku puisi tunggal karyanya sudah diterbitkan, puisi2nya masuk dalam sejumlah antologi puisi bersama penyair Indonesia lainnya. Indri, bersama perempuan penyair lainnya, sering tampil membaca puisi di sejumlah kota. Indri seperti terus terpanggil menulis puisi. Agaknya, puisi bagian dari hidupnya,…
Read more

Rita Ratnawulan

Rita,  tampaknya dekat dengan ibunya, sehingga seringkali sedih kapan melihat ibunya terlihat sedang berduka. Atau mungkin sedang berdiam diri, tapi Rita melihanya seperti sedang berduka. Ibunya masih terlihat cantik, seperti bulan purnama. Karena usianya sudah tua, sehingga bulan hanya terlihat separuh. Disisi yang lain, Rita sering termenung sendirian, seolah seperti sedang mimpi. Dalam kesendirian itu,…
Read more

Marwanto

  Marwanto, sastrawan yang memulai proses kreatif sejak 1992 dengan menulis beragam genre: esai, puisi, cerpen, cerkak dan resensi buku yang dimuat di koran (Kompas, Media Indonesia, Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Suara Karya, Pos Bali, Minggu Pagi, Koran Sindo, Pikiran Rakyat, Mercusuar, Metro Sulawesi, Solopos, Bernas, Harjo, dll), majalah (Gatra, Gong, Syir’ah, Mata…
Read more

MENERJEMAHKAN “TONI MORRISON”

Ini dia tugasku selanjutnya: menerjemahkan salah satu karya Toni Morrison. Berat, Sobat. Bakal ambyar kalau tak cermat. Tulisan-tulisan Morrison sungguh ampuh. Pembukanya, tulisan pendek yang menyadarkanku bahwa tema “responses to chaos dan perception of chaos” rupanya masih asing bagi beberapa temanku yang kuanggap berwawasan luas. Bukan berarti mereka berwawasan kurang luas, bukan begitu. Namun aku…
Read more

Afnan Malay

Afnan Malay, pencipta Sumpah Mahasiswa (1988), ikon Gerakan Mahasiswa antiOrde Baru. Pada Mei 2020, Afnan membuat antologi puisi melawan Covid-19 berjudul To Kill The Invisible Killer (KPG, Jakarta). Pada Agustus di tahun yang sama, dia menerbitkan antologi puisi sendiri, “Tentang Presiden” dan “Pelajaran Membaca” (Interlude, Yogyakarta). Lalu, puisinya dimuat dalam antologi puisi mantan aktivis mahasiswa…
Read more

Dedet Setiadi

Puisi Dedet seringkali mengejutkan, imajinasinya liar, sehingga pilihan kata yang diambil menghidupkan puisinya. Ia seolah tak pernah berhenti merenung, meski jalan hidupnya ‘mengharuskan’ tak bisa berhenti bergerak. Rupanya, merenung yang dilakukan Dedet tidak harus sendirian di ruang sunyi. Justru bertemu dengan orang lain adalah cara dia merenung. Antara ‘hati dan laku” bukan area yang terpisah,…
Read more