Blog

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

Catatan Diskusi Bandung Spirit Conversation Series: Russia-Ukraine

https://www.youtube.com/watch?v=O7c1UF0JjHc Bandung Spirit Conversation Series kali ini, 18 Maret 2022, pukul 14.00 Waktu Perancis dan pukul 20.00 WIB,  mengajak sahabat-sahabat untuk berdiskusi. Diskusi Webinar berlangsung selama lebih dari 3,5 jam. Luar biasa antusianya para peserta! Hal menarik, saya baru sempat menyimak pada akhir sambutan dari China, India dan Indonesia, menit: 1:39:40 – 2:08:55. Dari ketiga…
Read more

Yar November

Yar, tampaknya risau setiap melihat perilaku korupsi. Orang yang memiliki posisi, seringkali tak tersentuh, seolah seperti seekor Camar. Tapi karena perilaku korupsinya, ia bukan lagi Camar, melainkan pesakitan, atau camar yang tersingkir. Yar, geram melihat korupsi yang tak habis2,  nepotisme terus melilit. Karena itu, ia ingin keduanya segera enyah. Disisi yang lain, Yar memerlukan keindahan…
Read more

Peni Citrani Puspaning

Seni rupa dan puisi, agaknya bagi Peni tak bisa ditinggalkan. Dia rajin berkarya dua jenis seni yang berbeda. Pernah bersama teman2 perupa perempuan menerbitkan buku puisi sekaligus membuat seni rupa, dan diterbitkan dalam satu buku, sekalian pameran bersama atas karya2 seni rupanya. Dua puisi Peni ini mengambil tema berbeda, Puisi pertama, Peni yang merasa dekat…
Read more

CERITA MENYAPU DI WAKTU MAGRIB

Oleh Junaedi, S.E. Kabar hilangnya cincin pernikahan Siti, di saat lantunan azan magrib menggema, sontak menggegerkan seantero kampung kecil di mana saya tinggal. Kejadian bermula ketika Siti yang berprofesi sebagai guru swasta di Kabupaten Sleman, baru saja pulang dari mengajar di sekolahnya sebelum azan magrib. Ketika masuk rumah, Siti merasa risih karena lantai rumah yang…
Read more

Antarini Arna

Antarini Arna, atau dikenal dengan nama Rinno Arna Putri, awal tahun 1980-an rajin menulis puisi dan dikirimkan ke sejumlah media. Namun agak lama, mungkin setelah lulus dari Fakultas Hukum UGM dan meneruskan studinya ke jenjang lebih tinggi, intensitas menulis puisinya tidak lagi seperti ketika masih sebagai mahasiswa, tetapi bukan berarti Rinno jauh dari puisi, dia…
Read more

Sri Wijayati

Rindu memang tidak selalu kepada kekasih, tetapi bisa keindahan alam, bisa pada orang tua, atau juga pada anak. Menulis puisi menyajikan perihal kerinduan, memang harus jeli, sehingga kerinduannya bisa dikenali, Dua puisi Sri Wijayati, yang mencoba ‘menggambar’ kerinduan dengan kata, membayangkan ayahnya. Mungkin pengalaman masa kecilnya yang mengingatkan kerinduan akan ayahnya, atau pertemuan terakhir pada…
Read more

ASAP BAKARAN SAMPAH TETANGGA

Rumahku sebenarnya cukup luas, kurang lebih 400 m2, bangunan rumahku ada di tengah, sedang di halaman depan dan belakang kutanami pohon-pohon perindang. Di halaman depan sebenarnya ada 4 pohon perindang: pohon Sawo Kecik, pohon Sawo Bludru, pohon Tanjung, pohon Nogosari (langka) tapi karena perkembangan rumah, sekarang tinggal pohon Sawo Bludru dan pohon Nogosari. Di halaman…
Read more

ARSITEKTUR BANGUNAN JAWA: MELIHAT ULANG TATA RUANG YANG SELARAS DENGAN ALAM HIDUP ORANG JAWA

Kawasan Budaya Karang Kitri menjadi penyokong utama kebudayaan Kalurahan Panggungharjo yang membentang dari utara berupa Panggung Krapyak, kemudian Kampoeng Mataraman, dan paling selatan kawasan Balai Budaya Karang Kitri. Rencana pembangunan kawasan budaya akan terbagi ruang spasial berdasar ruang hidup di perdesaan. Pembangunan balai budaya merupakan program dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai upaya pelestarian, pembinaan,…
Read more

JAGONGAN SELAPANAN

Jangongan Selapanan Balai Budaya Karang Kitri pada edisi kedua ini ingin mencoba melacak lebih jauh tentang relasi arsitektural bangunan jawa dalam ruang ruang kosmologi jawa. Maka pertanyaan-pertanyaan pemantik yang bisa didiskusikan dalam edisi ini adalah: Bagaimana relasi tata ruang dan arsitektural bangunan jawa dengan kehidupan manusia? Bagaimana memaknai tata ruang bangunan jawa untuk membangun keselarasan…
Read more

Ika Zardi Saaliha

Perasaan tak mau kehilangan, selalu ingin dekat, sangat kuat dalam tiga puisi Ika Zardi Saliha. Tak tahu siapa yang disebut ‘kau’ dalam puisinya. Ia selalu ada didalam hidupnya, yang disebutnya sebagai ‘detak jam’. Tak berjarak, dan seringkal hadir dalam mimpinya, dan menemani di tiap malamnya. Kau, selalu menyelinap di dalam rasa, meski ‘jauh dari pandang’.