Donny E. Saputra
Seringkali, kapan membaca puisi, terpaku pada tema-tema yang, seolah besar, dan jauh tak terjangkau. Puisi, seolah selalu (harus) transenden, tak boleh tampil remeh. Karena puisi dianggap sesuatu yang serius. Puisi tak harus selalu seperti itu, ia boleh tampil secara jenaka, ‘seperti sepatu unta, warnanya senada sahara, tapi dari kulit rusa. Yang jenaka bisa ‘mengejutkan’ sekaligus tidak kehilangan makna. Tiga puisi Donny, yang lebih akrab dengan musik ini, hadir secara jenaka, dan menyegarkan. Seolah hanya main-main, dan puisi seringkali hanya main-main, bukan selalu sebagai doa. Puisi adalah satu suasana akrab dan membuat orang nyaman membacanya, tidak merasa diasingkan oleh puisi.
Puisi Donny E Saputra