W. Tanjung Files (Fileski)
Tanjung, agaknya, melalui tiga puisinya ini, ingin mengungkapkan rasa bahagia, duka, kebosanan atau malah harapan, dengan cara bermain-main, sekaligus ingin serius, sehingga pilihan katanya terasa mengejutkan, namun juga menggelikan. Ia, Tanjung, ingin memberi imajinasi bahwa kebahagiaan bisa dinikmati, seperti ‘tawa di cangkir’. Kita tahu, minum secangkir kopi atau teh, bisa menyenangkan, terkadang rasa senang itu terus terbawa. Demikian juga perasaan duka bisa berkaitan dengan harapan, yang mungkin gagal, seperti ‘mimpi yang terusir’. Padahal harapan itu begitu kuat, seperti ‘mimpi lampu-lampu gemerlap’. Namun rupanya, harapan seringkali tidak seperti yang kita mau, malah mungkin yang ditemukan kesedihan, seperti baris puisi Tanjung ‘dari mimpi dari duka’.
PUISI FILESKI
2 Responses
cara nulis puisi yang mudah untuk saya ajarkan ke para siswa. terima kasih
wah kelihatannya ini puisi sederhana. tapi kalau maknanya dijabarkan jadi sangat dahsyaatt