Category: Geguritan

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

Aming Aminoedhin

Aming Aminoedhin, sejak mahasiswa di UNS sudah rajin menulis puisi, dan karyanya dipublikasikan banyak media lokal maupun nasional. Sampai sekarang ia masih rajin menulis puisi. Presiden penyair Surabaya ini, seringkali membacakan puisi karyanya di beberapa daerah. Agaknya, selalu ada waktu untuk menulis puisi, sehingga kapan diminta mengirim puisi, dengan segera ia akan mengirimkannya, dan tidak…
Read more

Marjuddin Suaeb

Sebagai penyair Marjuddin sudah lama menulis puisi. Kesetiaannya pada puisi, seperti kesetiaannya pada ibunya. Maka, setiap hari dia tidak melalaikan keduanya. Setiap hari menemani ibunya, yang usianya sudah lebih 90 tahun, tetapi masih senang membaca. Sambil menemani ibunya, dia tidak lupa menulis puisi melalui hp. Puisinya disimpan di hp itu, kapan ada orang minta puisi,…
Read more

Erryga Yogasmara

Dalam tiga hari di bulan Desember, Erryga menemukan kembali kenangan masalalunya. Sebuah kisah yang sederhana sebenarnya, namun bagi Ery, agaknya membekas tak bisa dilupakan. Masalalu  itu, begitu menyitanya, sehingga selama 3 hari di bulan Desember, pertemuan dengan masalalunya seperti mengembalikan hidupnya. Antara keduanya, seolah saling ditawan rindu.

Yoseph Widyawan

Tiga puisi Yoseph, tampaknya upaya untuk mengawali dalam proses menulis puisi, dan itu perlu diberikan momentum. Publikasi ini merupakan bentuk momentum itu, agar Yoseph ‘Lari Sejauh Mungkin’ untuk mengejar puisi, bukan malah sebaliknya, memiliki ‘Rasa yang Terbenam’. Semoga proses berikutnya puisinya ‘Silih Berganti’ tumbuh berkembang.

Sriyanti S. Sastroprayitno

Puisi Sriyanti S.Sastriprayitno menyajikan kisah2 seperti itu. Ia seperti tak pernah bisa melepas ingatan kepada yang sudah pergi, lebih-lebih pada ibunya. Kepada yang sudah pergi, Sriyanti menyimpan kenangan, dan kenangan itu terus menyelinap didalam ingatannya, dan seringkali keluar kapan ada tanda2 yang mengingatkan seperti bulan dalam penanggalan. Sriyanti merasa kehilangan dan dia berbisik ‘orang-orang tercinta…
Read more

Ryke Lilliek Siti Siwari

Cinta, rindu dan duka mengisi  3 puisi Ryke. Rindu yang sifatnya abstrak, oleh Ryke dipastikan jumlahnya, sehingga perlu tambahan kata ‘sebuah’ untuk menegaskan jumlah rindu. Kata sebuah, mungkin kata lain dari menyatu, sehingga rindu telah menyatu dalam dirinya, sehingga ia perlu berbisik: ‘Musim telah lama berganti/ Wangi mawar itu masih tersisa di sini.

Swasmi Purwajanti

Swasmi menulis puisi berangkat dari pengalaman, dan tidak selalu pengalaman personal, bisa pengalaman orang lain, temannya, saudaranya atau yang lain. Pengalaman itu menjadi momentum puitik dan diolahnya menjadi puisi. Pengalaman itu misalnya, kenaikan pangkat yang dialami, mungkin bukan dirinya, yang pasti dia melihat ada orang yang dia kenal, mendapat promosi kenaikan pangkat, dan diterimanya sebagai…
Read more

Indri Yuswandari

Rindu pada yang jauh, seringkali membuat Indri Yuswandari membayangkan ‘cahaya mata yang mengalir di keheningan’. Rindu yang jauh itu, seperti melihat bulan yang hanya separuh. Sebut saja, puisi yang ‘penuh’ rindu dari Indri, seringkali berada dalam kesunyian, dan begitu terpendamnya rindu itu, seolah seperti ranjang berkarat. Entah kenapa, Rindu begitu mudah menyelinap dalam diri Indri.

Erwito Wibowo

Ditengah munculnya banyak penyair milenial, yang akrab dengan perangkat digital dan memanfaatkan media sosial, agaknya Erwito tidak hadir bersama mereka. Atau bisa dikatakan, Erwito yang pernah aktif menulis di media cetak pada masalalu, tidak berhenti menulis puisi. Memang dia jarang tampak hadir diperhelatan sastra yang diselenggarakan oleh komunitas, atau mungkin pernah hadir di komunitas  sastra…
Read more

Afnan Malay

Afnan seringkali melakukan bepergian, bukan hanya di kota-kota Indonesia, tetapi juga kota-kota di negara lain. Agaknya, setiapkali ia bepergian, acapkali ingat rumah, atau kampung halamannya. Ia juga ingat sungai,seolah hanya tubuhnya yang jauh, namun batinnya masih lekat dengan masa lalunya. Mungkin karena ia romantis, sehingga tidak pernah sepenuhnya bisa membuang masa lalunya. Puisi Afnan terasa…
Read more