Blog

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

Sus S. Hardjono

Sus, demikian dia biasa dipanggil, biasanya menulis puisi lirik. Banyak puisi lirik yang dia publikasikan di sejumlah media, termasuk dalam antologi puisi bersama. Tapi kali ini dia mengirimkan puisinya yang bersifat naratif. Kalimatnya panjang-panjang dan tidak perlu menjaga rima. Karena puisi naratif, seolah seperti sedang berkisah. Tetapi tema yang disajikan sama, menyangkut kekawatiran, kecemasan, kenangan,…
Read more

PELUNCURAN “KELANG,” BUKU KARYA HERSUMPANA

Berkenaan dengan peringatan 40 hari meninggalnya Hersumpana (Redaksi Pelaksana Web. Sanggaragam), Program Studi Sosiologi Universitas Atma Jaya bekerja sama dengan Sanggaragam – Yayasan Pondok Rakyat, Perhimpunan Our Indonesia, Aliansi Bela Garuda, menyelenggarakan acara lansir buku karya Hersumpana yang berjudul “Kelang”. Sebuah buku yang mengupas tentang perjuangan dan pergulatan hidup perempuan penenun Sikka, Nusa Tenggara Timur.…
Read more

Eddy Pranata PNP

Eddy Pranata, seorang penyair yang tinggal di Banyumas, menangkap kengerian hidup, bukan karena sedang mengalami bencana atau kecelakaan. Melainkan imajinasinya melayang jauh ke depan, sambil melihat dunia kecil sehari-hari, yang hampir-hampir tak bisa meninggalkan teknologi komunikasi, padahal usianya masih bocah. Sebagai penyair ia gelisah, dan menuliskannya dalam bentuk puisi, apa yang digelisahkannya itu.

Yuliani Kumudaswari

Puisi2 Yuliani seringkali menjanjikan suasana, seperti sepi, riang, duka indahnya alam dan lainnya. Kalaupun dia menulis menyangkut kesedihan, seperti puisi berjudul ‘Masa  Berkabung’ misalnya, rasa duka, sedih dibingkai suasana, sehingga dukanya terasa tak terlihat, meskipun dia menuliskan ‘kesedihan yang teronggok’ karena suasana alam membungkusnya, sehingga kesedihan tidak meremas hatinya.

WARUNG BU GIN

  Warung, per definisi, berbeda dengan restoran. Yang kelihatan tentu saja adalah bentuk fisik. Warung lebih sederhana; meja-kursi kayu sedikit lusuh, tanpa daftar menu, pembeli diandaikan tahu sendiri karena toh menu itu sehari-hari kita jumpai di rumah: sayur lodeh, gorengan, bakmi, oseng terong, sambal, ayam goreng, dan sebagainya. Semuanya familiar. Restoran tentu berbeda, bersih, dan…
Read more

Sutirman Eka Ardhana

Perasaan duka yang dialami, melihat atau mendengar teman dekatnya, atau saudaranya yang ‘dikalahkan’ covid 19 merupakan kesedihan mendalam. Bagi Sutirman Eka Ardhana, Kesedihan adalah inspirasi sekaligus refleksi.Ngungun!  

MEMAKNAI INOVASI DI ERA PANDEMI COVID-19

Oleh: Elcid Li dan Fima Inabuy   Dalam gerak sentralistik di negara kepulauan Republik Indonesia, upaya untuk keluar dari pandemi butuh kerja ekstra. Sebab berhadapan dengan kecepatan virus COVID-19 dalam berbagai variannya begitu banyak pintu masuk yang perlu dikontrol. Banyak pulau, banyak pintu, logistik jauh dari kata cukup. Kondisi landai yang ditandai dengan positivity rate…
Read more

PERSINGGAHAN DAN PERSEMBAHAN

Adakah yang lebih tidak menggembirakan ketimbang berbincang tentang maut, dijemput maut, tentang mati, dibaui aroma malaikat pencabut nyawa, terteror dementor, bayang-bayang hitam yang menghisap dan merenggut hidup hingga nafas tidak lagi bersisa? Kematian yang niscaya sekaligus tidak niscaya kapan datangnya, lebih sering bermakna denotatif. Biasanya ada pilu pada lelayu ketimbang rasa suka cita. Juga rindu…
Read more

CATATAN DISKUSI: CUBA BEHIND ANTI-GOVERNMENT PROTESTS: U.S. Embargo and Pandemic – What Crisis?

Pada 13 Agustus 2021 lalu, telah dilangsungkan diskusi secara online bertajuk “Bandung-Belgrade-Havana Geopolitical Insight: Kuba”. Diskusi ini merupakan respons atas kegaduhan politik yang terjadi di Kuba, sehubungan dengan adanya demo anti pemerintahan, karena dinilai tidak mampu menjalankan tampuk kepemimpinan politik dengan optimal. Hal ini diperparah dengan adanya embargo dari Amerika, yang menyebabkan terhambatnya pemenuhan kebutuhan…
Read more