Blog

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

121 PURNAMA DI ANTARA 81 PENYAIR

Satu buku kumpulan puisi yang diberi judul “121 Purnama“ karya 81 penyair dari berbagai kota di Indonesia akan diluncurkan di Sastra Bulan Purnama edisi ke-121 pada hari Sabtu – 23 Oktober 2021, pukul 19.00 WIB, melalui zoom. Buku puisi ini untuk menandai 10 tahun Sastra Bulan Purnama. Acara terbuka untuk umum, dan bisa bergabung melalui…
Read more

Dharmadi

Puisi2 Dharmadi, seorang penyair yang sudah lama bergulat dengan puisi, dan sampai sekarang masih terus menulis puisi. Mungkin, puisi telah menjadi bagian dari hidupnya, yang tak bisa dilepaskan. Puisi2nya pendek2, hanya  4 atau 6 baris, yang dulu pernah dikenal sebagai puisi alit. Seolah, puisi2nya hanya menyampaikan kisah selintas, laiknya pandangan mata. Tetapi sebenarnya ia mencoba…
Read more

SELAMAT JALAN, KAWAN!

Gunawan Maryanto, Kusen Alipah Hadi, teman-teman Sanggar Anom, dan Bapak Guru Genthong HSA (In memoriam Gunawan “Cindhil” Maryanto; aktor, penulis, dan sutradara teater) Pukul 23.59 WIB, aku masih tidak bisa tidur setelah dapat mengakses HP. Barangkali karena perasaan kehilangan, barangkali mengaca diri melihat kondisi kesehatan diri, atau barangkali juga sedang menakar cara hidup teman-teman sekerja…
Read more

WORKSHOP MENULIS CERPEN BERBASIS MITOS

Pokja “Gubuk Putih” bekerja sama dengan Kalurahan Panggungharjo dan “Sanggaragam” menyelenggarakan workshop “Menulis Cerpen Berbasis Mitos” dengan fasilitator Ikun Sri Kuncoro, seorang doktor yang memiliki kompetensi di bidang penulisan, khususnya penulisan cerpen. Workshop dilaksanakan secara offline 2 minggu sekali, setiap Sabtu pukul 13.00 – 15.30 WIB, berlangsung 6 kali tatap muka, dengan protokol kesehatan. Bertempat…
Read more

Sriyanti S. Sastroprayitno

Kenangan dan rindu seringkali mudah ditemukan dalam puisi. Suasana seperti itu, acapkali menyita perhatian, dan tertinggal di hati. Sriyanti, agaknya  sering terperangkap dalam kenangan, dan rasa rindu mengalir dalam imajinasinya. Kenangan dan rindu akan tempat, mengingat  kota atau  yang  pernah dikunjungi, dan sesuatu yang ada di tempat itu menyita perhatian, atau rute  yang sering dilewati…
Read more

HARI GINI ANAK MUDA NGARIT?

  Ngarit terdengar asing dan aneh bagi anak muda sekarang. Setelah diperbudak gawai, apa ya masih mau ngarit di sawah? Jelas, bagi anak muda, ngarit bukan pekerjaan gampang meskipun kelihatannya cuma cari rumput. Dan tidak hanya berhenti sekedar cari rumput saja, karena rangkaian dari pekerjaan ngarit berikutnya harus kasih makan kambing sesampainya di rumah. Apalagi,…
Read more

Marlin Dinamikanto

Tiga puisi Marlin ini mengandung sindiran, sebagaimana sindiran tidak memiliki pretensi meonohok, tetapi memiliki suasana menggelikan, sehingga siapa yang membaca sindirannya bisa ikut tertawa. Ia tidak hanya menyindir pemerintah atau orang mapan lainnya, tetapi juga menyindir dirinya sendiri, menyindir hidupnya sendiri. Karena itu, puisi Marlin enak dan lucu dinikmati.

FESTIVAL BUDAYA KOTAGEDE 2021

Festival Budaya Kotagede yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta berlangsung pada 23 – 27 September 2021.    Hari  pertama: Kamis, 23 September 2021 Pukul 13.00 – 14.20 WIB: Pembukaan FBK 2021 Pukul 14.30 – 16.00 WIB: Webinar “Imunitas di Tengah Pandemi: Kamu dan Jamu” Pukul 16.00 – 17.30 WIB: Webinar “Petilasan Tempat Tambatan…
Read more

PENATAAN PERABOT RUANG DI DEPAN SENTHONG MENURUT TATA NILAI ORANG JAWA DI KOTAGEDE

Foto: Senthong rumah Bpk. Tjokrosudarmo di Kampung Alun-alun, Kotagede.   Penataan perabot ruang depan senthong merupakan tradisi masyarakat Kotagede dalam memberlakukan ruang depan senthong yang dimiliki. Sehingga hadir sebuah keindahan yang seperti dipakemkan di masa lalu, diteruskan oleh generasi berikutnya yang masih mempunyai kenangan indah tidak terpaut jauh dari generasi awal. Sayangnya, sampai sekarang hal…
Read more

Heru Mugiarso

Tiga puisi Heru yang ditayang ini bertumpu pada empat hal: rindu, luka, cinta dan misteri, yang semuanya ada di dalam kehidupan. Namun, meski dalam suasana seperti itu, Heru tetap (terus) tersenyum. Karena meski luka dan rindu mengurungnya, senyum tak bisa dibuang. Bahkan baginya, ‘senyum adalah kosa kata’. Ia perlu, dan harus ada dalam hidup yang…
Read more