Blog

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

Selsa

Setelah kepergian suaminya, Selsa sepertinya tak bisa melepas rindu. Denyut hidupnya seolah selalu tak kuat segera kembali bertemu. Dunia yang dijalani sudah berbeda, tetapi ingatan tidak bisa sirna. Ia sering membayangkan, seolah seperti sedang jalan menuju pulang, untuk bertemu yang dirindukan, yang disebutnya ‘Kekasih Jiwa’. Rupanya, kerinduannya bukan hanya pada suaminya yang telah tiada, tetapi…
Read more

BUYA SYAFII DAN UANG

Sumber foto: Wikipedia Minangkabau     Oleh Hamid Basyaib   Sejumlah orang memrakarsai pendirian Maarif Institute pada 2002, dengan kegiatan utama menjelajahi pemikiran keislaman yang toleran, kultural, ilmiah, dan berwawasan ke depan, sejalan dengan corak pemikiran Buya Syafii Maarif. Di tahun itu, ia masih menjabat Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah (1998-2005), dan dari perbarengan inilah bermula “kekacauan”…
Read more

SANG GURU BERPULANG

S             “Jika benteng pertahanan Muhammadiyah dan NU sampai bobol dimasuki oleh teologi kebenaran tunggal (Wahabisme) ini, maka Indonesia sebagai bangsa Muslim terbesar di muka bumi ini akan berubah menjadi ladang pertumpahan darah, dan di ujungnya negeri ini akan masuk museum sejarah karena eksistensinya telah dibinasakan oleh anak-anaknya sendiri yang…
Read more

SELAMAT JALAN, BUYA SYAFII….

Senin, 30 Mei 2022, jam 8 pagi, akhirnya, aku dapat teman nginap di Sampit Residance di bilangan Blok M. Sejak peristiwa pingsan sehabis main tepokbulu beberapa tahun lalu, aku memang merasa lebih aman bersama teman jika bekerja jauh dari rumah. Jadi, kehadiran teman saya itu seperti seperangkat jaminan kesehatan bagiku. Namanya Budhi Hermanto (selanjutnya kutulis…
Read more

Waty Sumiati Halim

Harapan seringkali menjadi nyala api dalam kehidupan, apapun bentuk harapan itu. Bisa berupa cinta, yang kadang jika diceritakan tidak akan pernah usai, lebih-lebih cinta dua sejoli. Selalu saja ada yang ingin diceritakan. Menyangkut akan harapan dalam kehidupan, Waty menuliskannya dalam puisi. Memang masih perlu diendapkan, agar apa yang dia renungi sebagai harapan merasuk, dan dengan…
Read more

Sus S. Hardjono

Sus S. Hardjomo. Perempuan penyair dari Sragen. Sehari-harinya sebagai guru. Tak lelah menulis puisi. Puisi2nya sudah terbit dalam bentuk buku, baik buku tunggal karyanya, maupun antologi puisi bersama penyair Indonesia lainnya. Ia, bersama para penyair lainnya, sering membacakan puisinya di beberapa tempat, termasuk di Yogya, Semarang, Tegal, dan tentu saja Sragen. Tiga puisi Sus, demikian…
Read more

Nok Ir

Menulis puisi jika berangkat dari sesuatu yang dikenali, atau setidaknya dialami, seringkali memberi kesan puisinya terasa riil, sehingga puisinya terasa dekat dengan persoalan kehidupan, yang mungkin juga dialami orang lain. Puisi Nok Ir,  berada dalam situasi seperti itu. Puisinya tidak hanya ‘memotret’ sehingga seolah seperti ‘kenyataan’. Nok Ir memberikan dimensi, dengan demikian puisinya tidak sangat…
Read more

Suyitno Ethex

Suyitno Ethex, tinggal di Mpjokerto. Biasa dipanggil Ethex. Produktif menulis puisi, dan sudah diterbitkan dalam bentuk buku, baik berupa antologi puisi bersama penyair Indonesia lainnya, ataupun buku tunggal karyanya sendiri. Penyair yang tak lepas dari rokok dan kopi ini, seringkali menulis puisi dari pengalaman hidupnya, Setiap saat, sepertinya dia selalu melihat momentum puitik, dan itu…
Read more

Nela Nur Murosokhah

Nella, demikian dia sering dipanggil. Rajin menulis puisi. Tinggal di Temanggung, puisi2 tak henti mengalir. Tiga puisi ini, sebut saja, sebagian kecil dari sejumlah puisi yang sudah ditulis, dan diterbitkan dalam beberapa buku puisi berupa antologi puisi besama penyair lainnya dari kota berbeda-beda. Tiga puisi Nella ini, memotret kehidupan dalam suasana sedih dan bahagia, menderita…
Read more