Blog

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

Nunung Rieta

Nunung terlihat menikmati seni peran. Kapan dia mendapat peran untuk pentas, ia akan sungguh2 melakoninya. Rupaya, selain seni peran, Nunung tertarik menulis puisi. Buku puisinya sudah terbit, dan dia sering menggunakan waktu luangnya untuk menulis puisi. Dalam menulis puisi, ia tertarik mengenai suasana, dan puisinya, setidaknya 3 puisi yang ditayang ini, menuliskan suasana, yang dipadukan…
Read more

Marjuddin di “Sastra Bulan Purnama”

Penyair Yogya yang tinggal di Lendah Kulonprogo, Marjuddin Suaeb, akan membacakan puisi karyanya yang terkumpul dalam buku terbarunya “Trilogi Teka-Teki Titik Nol”, Rabu – 15 Maret 2023, pk. 15.00 WIB di Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya,Jl. Parangtritis No. 364, Pandes, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188 (timur Piramid atau depan SMA N 1…
Read more

Kurnia Effendi

Kurnia Effendi, seorang penulis yang produktif. Ia tidak hanya menulis puisi, tetapi juga menulis novel dan cerpen. 40 tahun lebih ia telah bergulat dunia penulisan, dan sejumlah buku sudah diterbitkan. Ini artinya, Kurnia tidak pernah lelah menulis. Rasanya dia paham, tugas seorang penulis adalah menulis, dan dia lakukan dengan sungguh2. Tiga puisi yang ditayang ini,…
Read more

Ceramah Umum Prof. Dr. Peter Carey tentang Multikulturalisme di Indonesia

FISIP UAJY dan KPG—didukung Bentara Budaya—mengadakan ceramah umum oleh Prof. Dr. Peter Carey tentang Multikulturalisme di Indonesia. Prof. Carey akan membedah tema ini dengan rentangan jauh ke belakang hingga ke masa awal terbentuknya peradaban di Indonesia, sekaligus memberikan refleksinya terhadap Indonesia masa kini dan mendatang. Ceramah umum ini merupakan pembuka Program Kolaborasi Studi dan Proyek…
Read more

Bambang Widiatmoko

Bambang Widiatmoko, penyair asal Yogyakarta, yang kini tinggal di Bekasi, dan tetap masih merasa nyaman sebagai orang Yogya, sejak umur 20-an tahun  sudah produktif menulis puisi. Bahkan, pada usia itu, dia sudah menerbitkan antologi puisi, dalam bentuk stensilan, yang pada waktu itu belum memerlukan ISBN. Sampai sekarang, sepertinya tanpa jedah, sepanjang tahun masih terus menulis…
Read more

Herman Syahara

Hal-hal yang mengesankan, menarik, mungkin juga lucu, atau bahkan melah mengganggu, bagi Herman, agaknya sebagai momentum puitik, sehingga segera ditangkap dan  ia menulis puisi. Dari pengalaman itu ia selalu ingat sesuatu, sehingga ketika ia menempuh, yang dia sebut sebagai Jalan Kopi, bukan saja  dia menempuh ‘antara jarak barista dan bibir’, tetapi ingatannya melayang soal alam:…
Read more

Suyitno Ethex

Setiapkali berkunjung di satu kota, seringkali Ethex, demikian panggilan akrab penyair ini, menulis puisi mengenai kota tersebut. Tidak selalu menyebut kotanya, tetapi apa yang berkesan di kota itu. Seringkali dia ke Yogya, dan mengunjungi beberapa tempat, dan lagi-lagi dia menulis mengenai Yogya, termasuk Malioboro. Agaknya, Ethex terkesan kota Yogya, dan detil pelosoknya. Ia, di Yogya,…
Read more

Fenomena Kandang Kambing di atas Parit

Kampung saya, selain terkenal sebagai kampung kumuh, juga terkenal sebagai kampung kandang kambing, sehingga problematika kebersihan dan kesehatan menjadi masalah yang berkepanjangan. Hampir semua balita di kampung saya menderita flek. Termasuk anak-anak saya ketika masih balita. Pemandangan kandang kambing di depan rumah, menurut pengamatan saya, dimiliki oleh hampir sepertiga warga kampung. Mereka beternak kambing sebagai…
Read more

Oka Swastika Mahendra

Puisi Oka Swastika bukan hanya menyajikan kisah personal, tetapi melalui kisah itu ia memberi dimensi kebangsaan. Ia bukan hanya menuliskan orang yang sedang menderita sakit jantung, dan tubuh yang diinfus, atau juga resep obat. Rupanya, bagi Oka, bangsa ini juga sedang mengalami sakit jantung, dan resep obatnya berupa ‘ramuan agama’. Oka seperti sedang mengekspresikan kegelisahan…
Read more

Romy Sastra

Gejolak anak muda seringkali melompati batas-batas. Kesenangan merupakan arah yang dicapai. Hasarat acapkali tak terkendali, yang dalam bahasa Romy ditulis: ‘hasratku padamu binal’. Dua puisi Romy, ada dalam gejolak anak muda, dan hasrat anak muda untu melakukan sesuatu yang lain, seolah berbeda dari anak muda  lainnya, namun terkoneksi di area komunitasnya, sehingga seolah sama, duduk…
Read more