Blog

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

Syamsul Bahri

Penyair muda asal Subang ini memang cukup produktif menulis puisi. Beberapa buku puisinya sudah terbit. Selama 3 tahun, dari tahun 2020-2022 ia telah menerbitkan 4 buku. Di luar buku puisinya yang sudah terbit, ia (terus) menulis puisi. Rupanya, dia tidak ingin semangat menulis puisinya hanya dirangsang untuk lomba. Mungkin, ia tidak ingin dikategorikan sebagai penyair…
Read more

“Jalan Puisi” Para Penyair Yogya Kelahiran Tahun 1950-an

Buku kumpulan puisi berjudul “Jalan Puisi” ini memuat kumpulan puisi karya para penyair Yogya khusus kelahiran tahun 1950-an. Dan, semua penyairnya berjenis kelamin laki-laki. Mengapa? Sebab, memang tidak ada perempuan penyair kelahiran tahun ’50-an yang sudah berkarya sejak tahun ’70-an dan terus produktif menulis puisi hingga sekarang. Bersampul biru dengan tulisan komentar Ashadi Siregar, penulis…
Read more

Sonia Prabowo

Sonia tak bisa melupakan nama, yang mungkin melekat dalam hatinya. Bahkan dalam hidupnya, nama itu menyertai. Rasanya, ia sudah lama tidak bersama nama itu, namun ingatannya tak bisa melepaskannya. Ia mencari nama itu, dan sudah tertutup belukar. Dalam kesendiriaanya yang kelu, Sonia masih melihat, nama yang tertutup belukar, seringkali harum bunga mawar menyertai. Ada banyak…
Read more

Aming Aminoedhin

Aming Aminoedhin, sejak mahasiswa di UNS sudah rajin menulis puisi, dan karyanya dipublikasikan banyak media lokal maupun nasional. Sampai sekarang ia masih rajin menulis puisi. Presiden penyair Surabaya ini, seringkali membacakan puisi karyanya di beberapa daerah. Agaknya, selalu ada waktu untuk menulis puisi, sehingga kapan diminta mengirim puisi, dengan segera ia akan mengirimkannya, dan tidak…
Read more

Marjuddin Suaeb

Sebagai penyair Marjuddin sudah lama menulis puisi. Kesetiaannya pada puisi, seperti kesetiaannya pada ibunya. Maka, setiap hari dia tidak melalaikan keduanya. Setiap hari menemani ibunya, yang usianya sudah lebih 90 tahun, tetapi masih senang membaca. Sambil menemani ibunya, dia tidak lupa menulis puisi melalui hp. Puisinya disimpan di hp itu, kapan ada orang minta puisi,…
Read more

Erryga Yogasmara

Dalam tiga hari di bulan Desember, Erryga menemukan kembali kenangan masalalunya. Sebuah kisah yang sederhana sebenarnya, namun bagi Ery, agaknya membekas tak bisa dilupakan. Masalalu  itu, begitu menyitanya, sehingga selama 3 hari di bulan Desember, pertemuan dengan masalalunya seperti mengembalikan hidupnya. Antara keduanya, seolah saling ditawan rindu.

Tidak Bisa Melihat

Aku sering mendengar beberapa orang tua berkata bahwa mata milik Ita buta, karena itu apa pun yang disampaikan oleh Ita tidak dianggap benar. Tentu aku kebingungan, kenapa pendapat Ita itu salah padahal Ita berkata benar. Pernah suatu hari aku melihat Ita bertikai dengan pedagang sayur. Ita bersikeras mengatakan bahwa sayur yang berada di salah satu…
Read more

Diaspora Orang Kotagede

Oleh: Erwito Wibowo Kita mengenal diaspora Jawa merujuk kelompok demografi keturunan etnis Jawa yang bermingrasi dari wilayah asal mereka di Jawa-Indonesia ke belahan dunia lainnya, dikarenakan adanya kepentingan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda yang membuka perkebunan dengan membawa pekerja kasar dari tanah Jawa ke Kalidonia, Madagaskar, Suriname, dan Belanda. Di Suriname bahkan sampai memiliki populasi sekitar…
Read more

Yoseph Widyawan

Tiga puisi Yoseph, tampaknya upaya untuk mengawali dalam proses menulis puisi, dan itu perlu diberikan momentum. Publikasi ini merupakan bentuk momentum itu, agar Yoseph ‘Lari Sejauh Mungkin’ untuk mengejar puisi, bukan malah sebaliknya, memiliki ‘Rasa yang Terbenam’. Semoga proses berikutnya puisinya ‘Silih Berganti’ tumbuh berkembang.

Sriyanti S. Sastroprayitno

Puisi Sriyanti S.Sastriprayitno menyajikan kisah2 seperti itu. Ia seperti tak pernah bisa melepas ingatan kepada yang sudah pergi, lebih-lebih pada ibunya. Kepada yang sudah pergi, Sriyanti menyimpan kenangan, dan kenangan itu terus menyelinap didalam ingatannya, dan seringkali keluar kapan ada tanda2 yang mengingatkan seperti bulan dalam penanggalan. Sriyanti merasa kehilangan dan dia berbisik ‘orang-orang tercinta…
Read more