Blog

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

Ari Basuki

Kehidupan dan kematian, bagi Ari Basuki, hanya terpisah tirai tipis. Keduanya, lagi-lagi bagi Ari Basuki, sama-sama indah. Maka, orang akan menemukan keduanya. Tak ada yang bisa menolak. Ari menulis keduanya, salah satunya menggunakan metafora ‘jam’, yang selalu berdetak, sehngga menandakan hidup. Jam yang rusak, dan tak ada detak, artinya tak ada kehidupan di sana. Orang…
Read more

Yuli Purwati

Yupi, panggilan dari Yuli Purwati, sudah mulai rajin menulis puisi. Mestinya tak hanya menulis puisi untuk ikut antologi puisi bersama, atau untuk lomba. Menulis puisi perlu ketekunan, bukan hanya ‘dalam rangka’ lomba dan sejenisnya. Karena sesungguhnya, puisi tidak bisa dilombakan, dalam istilah Rendra, dalam ilmu surat tak ada juara satu, dalam ilmu silat, juara dua…
Read more

Djito Kasilo

Djito dikenal piawai perihal marketing. Rupanya, ia mengikuti puisi2 yang ditayang di sanggaragam, juga yang diupload di facebook. Dia meresponnya: boleh saya ikut? Tentu saja boleh! Kawannya, sastrawan Kurnia Effendi mengusiknya: segera kirim puisi! Tak diabaikannya, Djito Kasilo mengirim puisi, seolah ia sedang mencoba menulis bahan  marketing secara puitis.

Menyalakan Sastra

Beberapa hari yang lalu saya didatangi 3 perempuan tim edukator Intro Museum di Jl. Tegalgendu No. 20, Kotagede. Saya diminta menjadi narasumber bincang-bincang Sastra Kotagede di Intro Museum Kotagede. Tugas saya, menyalakan sastra kembali di Kotagede. Kemudian, saya menyerahkan buku antologi cerpen saya yang berjudul CINCIN, merupakan kumpulan cerpen saya di tahun 1979-2000 yang diterbitkan…
Read more

Bincang-Bincang Sastra

Silakan datang untuk bincang-bincang Sastra Kotagede: Hari: Sabtu Tanggal: 8 Juli 2023 Pukul: 18.00-23.00 WIB Tempat: Intro Museum Kotagede, Jl. Tegalgendu No. 20, Kotagede, Yogyakarta

Yuliani Kumudaswari

Yuliani seringkali menikmati suasana alam. Tampaknya dia merasa senang di tengah suasana itu, sehingga puisi2nya sering ditemukan menyajikan menyangkut suasana alam, yang di dalamnya ada cinta, rindu dan kenangan. Ia juga suka menikmati kopi, dan pengalaman minum kopi bisa mengkristal menjadi puisi. Dalam kata lain, Yuliani memiliki kepekaan dengan sekitarnya, dan dari sana ia menulis…
Read more

Ika Zardy Saliha

Ika Zardy tampaknya sering membaca berita, tetapi tidak dari surat kabar, melainkan dari perangkat handphone. Karena di era digital ini, informasi mudah sekali menyebar, dan orang tinggal menggunakan jarinya untuk mengikuti berbagai berita yang mengalir, bahkan banjir. Tak dimengerti betul, benar tidaknya berita2 itu, setiap detik selalu berganti. Tak perlu ada verifikasi. Berhenti mengikuti, ketika…
Read more

Selsa

Harapan, duka dan kebahagiaan seringkali memberi inspirasi Selsa dalam menulis puisi. Terkadang ketiganya diramu menjadi satu. Dan, salah satu dari ketiganya akan ditemukan diakhir puisi, misalya Selsa menulis: “hingga waktu mengubur jasadku”, atau “Manabari penjuru lereng harapan”, atau “dunia akan menjadi sahabatmu kelak”.

Telat Terhambat Patwal

Pas sampai bangjo pas merah. Setelah menunggu lumayan lama, dan lampu bangjo menyala hijau, tiba-tiba ada ngoeng-ngoeng suara sirine mobil patroli polisi diikuti beberapa mobil dan beberapa bus gede-gede yang menghambat motorku dan semua kendaraan yang siap melaju. Beberapa pengendara tampak tak sabar menunggu patwal dan gerombolan kendaraan itu yang melenggang di ringroad selatan, Yogya.…
Read more

14 Penyair Yogya di Bulan Purnama

Buku puisi berjudul ‘Jalan Puisi’ karya 14 penyair Yogya, diterbitkan Tonggak Pustaka, yang didukung Sanggaragam diluncurkan di Sastra Bulan Purnama edisi 141, Sabtu – 17 Juni 2023, pk. 15.00-18.00 WIB di Museum Sandi Negara, Jl. Faridan M. Noto No.21, Kotabaru, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224 (di utara Raminten dan Balai Bahasa Yogyakarta,…
Read more