Category: Geguritan

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

Isbedy Stiawan ZS

Sebagai penyair, dan di Lampung dikenal sebagai Paus Sastra, Isbedy sangat produktif. Sejumlah puisinya sudah diterbitkan menjadi buku. Baik buku puisi tunggal karyanya, maupun antologi puisi bersama penyair Indonesia lainnya. Belakangan, ia banyak membacakan puisi karyanya, dan diunggah di youtube. Ia tak lelah terus berkarya. Itulah penyair, terus berkarya, dan Isbedy melakukannya. Tiga puisinya ini…
Read more

Toto ST Radik

Arah mata angin, setidaknya bagi Toto menunjuk suatu kota, dan timur , salah satu arah mata angin, menunjuk kota yang akan dikunjungi. Sekaligus timur menandakan dia tinggal di barat, salah satu arah mata angin yang lain. Timur yang dia sebut adalah Yogya, terminal Jombor salah satunya, atau alun-alun kidul, atau juga warung brongkos Handayani sebelah…
Read more

Heru Mugiarso

Tiga puisinya ini, sedikit dari sejumlah puisi yang sudah ditulisnya ditahun 2022, menandakan bahwa Heru terus menulis puisi. Ia seringkali tertarik pada alam, setidknya suasana alam, termasuk suara serangga. Ia juga terpeseona pada kota, dan seringkali merindukan, atau juga membayangkan satu negeri yang nyaman, mungkin berbeda di negeri yang dia tinggali. Ia membayangkan negeri di…
Read more

Jang Sukmanbrata

Harapan dan cinta menjadi pilihan tema dua puisi Jang Sukmanbrata. Bukan cinta sejoli, tetapi cinta terhadap kehidupan, sehingga ‘Nuh didamparkan di darat’. Keduanya, tak menyatu dalam dua puisi, karena harapan merupakan refleksi diakhir tahun, yang tentu saja, sekaligus melupakan masa silam, yang dia katakan sebagai ‘peluk lalu lepas si masa silam’, lalu diteruskan ‘dekap dan…
Read more

Anto Narasoma

Tema puisi memang bisa mengambil banyak hal, tidak selalu harus berkaitan dengan cinta, keindahan alam dan tema2 sejenis yang seringkali kita temukan dalam puisi. Namun bisa juga menuliskan mengenail seorang tokoh atau kenangan akan persahabatan dengan teman yang telah pergi, sehingga menyerupai in memoriam.  Dua puisi karya Anto Narasoma ini menyajikan tema seperti itu. Ia,…
Read more

Merawati May

Bencana, duka dan kesedihan tak bisa dipisahkan. Namun di tengah situasi seperti itu, setidaknya saat ‘air tumpah dalam berbagai murka’, May masih menemukan puisi. Sepertinya, kreativitas May dalam menulis puisi, tidak hanya dalam situasi bahagia. Dalam duka dan sedih, bahkan ditengah bencana, selalu ada inspirasi menulis puisi. Kisah duka dan sedih, seringkali mengiringi proses menulis…
Read more

D’Eros Sudardjono

Menjalani kehidupan memang tidak selalu dalam suasana gempita, sesekali merenung, membuat jarak terhadap masalah, sekaligus upaya mengatasi kejenuhan. Begitulah Eros D Sudardjono dalam menjalani kehidupan. Ia tidak hanya menulis puisi, melainkan juga melukis. Kejenuhan yang dialami, bisa dialihkan dalam kerja kreatif. Renungan yang dia lakukan menghasilkan beberapa puisi, tiga di antaranya bisa anda baca disini.

Indri Yuswandari

Indri Yuswandari, sekarang tinggal di Wlingi, Blitar. Sebelumnya menetap di Kendal. Ia rajin menulis puisi. Selain buku puisi tunggal karyanya sudah diterbitkan, puisi2nya masuk dalam sejumlah antologi puisi bersama penyair Indonesia lainnya. Indri, bersama perempuan penyair lainnya, sering tampil membaca puisi di sejumlah kota. Indri seperti terus terpanggil menulis puisi. Agaknya, puisi bagian dari hidupnya,…
Read more

Rita Ratnawulan

Rita,  tampaknya dekat dengan ibunya, sehingga seringkali sedih kapan melihat ibunya terlihat sedang berduka. Atau mungkin sedang berdiam diri, tapi Rita melihanya seperti sedang berduka. Ibunya masih terlihat cantik, seperti bulan purnama. Karena usianya sudah tua, sehingga bulan hanya terlihat separuh. Disisi yang lain, Rita sering termenung sendirian, seolah seperti sedang mimpi. Dalam kesendirian itu,…
Read more

Marwanto

  Marwanto, sastrawan yang memulai proses kreatif sejak 1992 dengan menulis beragam genre: esai, puisi, cerpen, cerkak dan resensi buku yang dimuat di koran (Kompas, Media Indonesia, Jawa Pos, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Suara Karya, Pos Bali, Minggu Pagi, Koran Sindo, Pikiran Rakyat, Mercusuar, Metro Sulawesi, Solopos, Bernas, Harjo, dll), majalah (Gatra, Gong, Syir’ah, Mata…
Read more