Category: Geguritan

Menyangga Keberagaman, Keselarasan, dan Kelestarian

Afnan Malay

Afnan Malay, pencipta Sumpah Mahasiswa (1988), ikon Gerakan Mahasiswa antiOrde Baru. Pada Mei 2020, Afnan membuat antologi puisi melawan Covid-19 berjudul To Kill The Invisible Killer (KPG, Jakarta). Pada Agustus di tahun yang sama, dia menerbitkan antologi puisi sendiri, “Tentang Presiden” dan “Pelajaran Membaca” (Interlude, Yogyakarta). Lalu, puisinya dimuat dalam antologi puisi mantan aktivis mahasiswa…
Read more

Dedet Setiadi

Puisi Dedet seringkali mengejutkan, imajinasinya liar, sehingga pilihan kata yang diambil menghidupkan puisinya. Ia seolah tak pernah berhenti merenung, meski jalan hidupnya ‘mengharuskan’ tak bisa berhenti bergerak. Rupanya, merenung yang dilakukan Dedet tidak harus sendirian di ruang sunyi. Justru bertemu dengan orang lain adalah cara dia merenung. Antara ‘hati dan laku” bukan area yang terpisah,…
Read more

Selsa

Setelah kepergian suaminya, Selsa sepertinya tak bisa melepas rindu. Denyut hidupnya seolah selalu tak kuat segera kembali bertemu. Dunia yang dijalani sudah berbeda, tetapi ingatan tidak bisa sirna. Ia sering membayangkan, seolah seperti sedang jalan menuju pulang, untuk bertemu yang dirindukan, yang disebutnya ‘Kekasih Jiwa’. Rupanya, kerinduannya bukan hanya pada suaminya yang telah tiada, tetapi…
Read more

Waty Sumiati Halim

Harapan seringkali menjadi nyala api dalam kehidupan, apapun bentuk harapan itu. Bisa berupa cinta, yang kadang jika diceritakan tidak akan pernah usai, lebih-lebih cinta dua sejoli. Selalu saja ada yang ingin diceritakan. Menyangkut akan harapan dalam kehidupan, Waty menuliskannya dalam puisi. Memang masih perlu diendapkan, agar apa yang dia renungi sebagai harapan merasuk, dan dengan…
Read more

Sus S. Hardjono

Sus S. Hardjomo. Perempuan penyair dari Sragen. Sehari-harinya sebagai guru. Tak lelah menulis puisi. Puisi2nya sudah terbit dalam bentuk buku, baik buku tunggal karyanya, maupun antologi puisi bersama penyair Indonesia lainnya. Ia, bersama para penyair lainnya, sering membacakan puisinya di beberapa tempat, termasuk di Yogya, Semarang, Tegal, dan tentu saja Sragen. Tiga puisi Sus, demikian…
Read more

Nok Ir

Menulis puisi jika berangkat dari sesuatu yang dikenali, atau setidaknya dialami, seringkali memberi kesan puisinya terasa riil, sehingga puisinya terasa dekat dengan persoalan kehidupan, yang mungkin juga dialami orang lain. Puisi Nok Ir,  berada dalam situasi seperti itu. Puisinya tidak hanya ‘memotret’ sehingga seolah seperti ‘kenyataan’. Nok Ir memberikan dimensi, dengan demikian puisinya tidak sangat…
Read more

Suyitno Ethex

Suyitno Ethex, tinggal di Mpjokerto. Biasa dipanggil Ethex. Produktif menulis puisi, dan sudah diterbitkan dalam bentuk buku, baik berupa antologi puisi bersama penyair Indonesia lainnya, ataupun buku tunggal karyanya sendiri. Penyair yang tak lepas dari rokok dan kopi ini, seringkali menulis puisi dari pengalaman hidupnya, Setiap saat, sepertinya dia selalu melihat momentum puitik, dan itu…
Read more

Nela Nur Murosokhah

Nella, demikian dia sering dipanggil. Rajin menulis puisi. Tinggal di Temanggung, puisi2 tak henti mengalir. Tiga puisi ini, sebut saja, sebagian kecil dari sejumlah puisi yang sudah ditulis, dan diterbitkan dalam beberapa buku puisi berupa antologi puisi besama penyair lainnya dari kota berbeda-beda. Tiga puisi Nella ini, memotret kehidupan dalam suasana sedih dan bahagia, menderita…
Read more

Husnulkhatimah

Oleh: Abdi Ini ajalku. Satu hela nafas lagi, aku akan pergi. Kulihat sekelebat malaikat berebut menyambut. Ah, itu dia si malaikat maut.  Mukanya tak seseram yang diceritakan kitab suci. Wajahnya terlihat berseri, lebih mirip bidadari. Mungkin karena ia mengintip amal salehku. Ya wajar saja, aku kan ahli ibadah yang rajin menuntut ilmu. Sepanjang hidupku yang…
Read more

Yar November

Yar, tampaknya risau setiap melihat perilaku korupsi. Orang yang memiliki posisi, seringkali tak tersentuh, seolah seperti seekor Camar. Tapi karena perilaku korupsinya, ia bukan lagi Camar, melainkan pesakitan, atau camar yang tersingkir. Yar, geram melihat korupsi yang tak habis2,  nepotisme terus melilit. Karena itu, ia ingin keduanya segera enyah. Disisi yang lain, Yar memerlukan keindahan…
Read more